Pemerintahan
Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah, Wakil Menteri: Tak Masalah Jika Mau Diagunkan Untuk Modal Usaha
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah terus berupaya menyelesaikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Gunungkidul sendiri, pada tahun 2019 ini sebanyak 33 ribu sertifikat telah diterbitkan oleh pemerintah. Jumlah ini merupakan terbanyak di wilayah DIY dan menjadi kabupaten tercepat dalam penyelesaian baik pengukuran maupun penertiban berkas. Ditargetkan tahun 2020 mendatang, PTSL di Gunungkidul bisa rampung 100 persen dalam pengukuran maupun penerbitan berkas.
Kamis (05/12/2019) pagi tadi, Wakil Mentri BPR/ATR bersama dengan sejumlah pejabat lainnya menyerahkan sebanyak 3000 sertifikat secara simbolis kepada warga DIY di Alun-alun Pemkab Gunungkidul. Dengan dibagikannya dokumen penting ini, diharapkan mampu meningkatkan kesejahtreraan masyarakata Gunungkidul.
Wakil Meteri BPN ATR, Suryo Tjahyo mengungkapkan, jika dengan diberikannya sertifikat tanah milik warga ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul. Selain itu, lahan yang dimiliki oleh warga juga memiliki kekuatan hukum. Sertifikat yang diberikan oleh pemerintah itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin, misalnya untuk jaminan dalam menambahkan modal usaha atau keperluan lainnya.
“Ndak masalah jika digunakan sebagai jaminan untuk pemenuhan modal. Toh juga banyak yang seperti itu, ada beberapa pelaku usaha yang memanfaatkan sertifikat untuk pengembangan modal. Dimanfaatkan sebaik mungkin,” terang Suryo Tjahyo, Kamis siang usai acara berlangsung
Menurutnya sudah terbukti di beberapa daerah, para pelaku UMKM, petani maupun dari sektor lain yang bekerjasama dengan pihak bank yang kemudian sertifikat tanah digunakan sebagai jaminan. Dari kementrian sendiri juga akan memfasilitasi bagi masyarakat yang akan berkonsultasi dalam pemanfaatan tata ruang.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPR ATR DIY, Tri Wibisono menyatakan, pada tahun 2020 mendatang, ditargetkan Gunungkidul selesai dalam pengukuran dan penerbitan sertifikat. Gunungkidul memnag menjadi salah satu daerah tercepat dalam pengurusan dokumen penting ini. Dengan demikian, nantinya diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat dalam mengurus dokumen penting dan memanfaatkannya untuk mengembangkan potensi atau usaha mereka.
“Total ada 113.000 yang kami serahkan untuk di wilayah DIY. Untuk Gunungkidul mudah-mudahan akhir tahun atau awal 2020 mendatang sisa yang belum terserahkan sudah selesai,” tambahnya.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan sertifikat yang baru saja diserahkan kepada masyarakat diharapakan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, yakni untuk pemenuhan kebutuhan. Utamanya untuk mengembangkan kewira usahaan yang ada. Mengingat sekarang ini pariwiasta di Gunungkidul mulai berkembang dengan baik.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
