Sosial
Pengusaha Batu Buang Limbah Sembarangan, Sungai Ngijo Tercemar Parah dan Alami Pendangkalan
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sepuluh tahun lamanya, Sungai Ngijo yang berada di Padukuhan Ngijo, Desa Semin, Kecamatan Semin mati. Bukan tanpa air, namun jernihnya air kini telah berubah menjadi putih keruh akibat endapan limbah batu putih yang berasal dari sejumlah pabrik pengolahan kerajinan batu di yang berada sekitar sungai.
Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari sungai, Agus menceritakan, bahwa sungai tersebut dahulunya hidup dan menjadi lokasi masyarakat untuk mengambil air guna mengairi ladang. Namun seiring berjalannya waktu, sungai tersebut berubah menjadi mati dan kini tidak bisa dimanfaatkan.
“Dahulunya bisa buat membantu pertanian, mancing juga bisa. Tapi sekarang ikannya juga sudah tidak banyak,” kata Agus, Senin (16/12/2019).
Ia mengatakan, matinya fungsi sungai tersebut akibat adanya ulah nakal dari pengusaha limbah batu. Pengusaha tersebut sengaja membuang serbuk potongan batu langsung ke sungai. Hal ini kemudian membuat air yang dahulu jernih kini berubah menjadi putih.
“Sepertinya memang dari pabrik. Limbah sengaja langsung disalurkan menggunakan pralon dan dibuang ke sungai,” ucap dia.
Tak hanya mencemari, aktifitas pembuangan limbah secara sembrono yang dilakukan pengrajin batu tersebut membuat sungai semakin dangkal. Bahkan kini pencemaran limbah tersebut telah mencapai sekitar 500 meter.
“Sudah panjang (sungai) yang tercemar. Kalau endapannya juga sudah tinggi selutut, bahkan ada yang lebih,” ungkapnya.
Dampak yang dialami masyarakat terkait dengan pencemaran sungai ini disebut Agus cukup berat. Bahkan, adanya pencemaran ini ditengarai juga menjadi penyebab utama bencana banjir yang terjad di lingkungan tersebut beberapa waktu silam. Saat itu, luapan air dari sungai yang telah dangkal ini menggenangi sebagian rumahnya. Kotoran limbah batu pun banyak yang masuk ke lingkungan rumahnya.
“Jarak rumah saya sekitar 40 sampai 50 meter, waktu hujan deras beberapa tahun lalu sempat kebanjiran. Ada 8 rumah yang kebanjiran selain rumah saya,” kata dia.
Tak hanya banjir, sempat ada beberapa warga yang terjebak di endapan lumpur kala menyeberang sungai. Namun begitu warga tersebut berhasil diselamatkan.
“Itu kan seperti lumpur hisap, belum ada korban tenggelam tapi ada yang pernah terjebak,” sambung Agus.
Selama ini, dirinya juga menanyakan hal itu kepada ketua RT setempat. Namun pihak RT tidak mengetahui adanya aktifitas tersebut.
“Izinnya kata pak RT juga tidak ada, karena belum pernah dimintai izin,” terangnya.
Untuk itu, warga berharap kepada pemerintah untuk menindaklanjuti keluhan warga. Sebab saat ini telah mendekati musim oenghujan dan dikhawatirkan akan terjadi banjir jika pembuangan limbah terus dilakukan.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized5 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized3 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
