Sosial
Satwa Liar Kerap Muncul di Kawasan Embung Sriten, Pengunjung Diminta Waspada
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengunjung yang hendak datang ke di kawasan Embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar dihimbau untuk selalu waspada akan kemunculan satwa liar. Belum lama ini warga berhasil menangkap ular jenis piton berukuran sekitar 3 meter.
Salah seorang warga Pilangrejo, Bilal mengatakan di kawasan Embung Srigen banyak binatang liar yang kerap menampakan wujudnya. Bahkan, hewan-hewan tersebut tidak takut dengan keberadaan manusia.
“Biasanya yang nampak itu ayam hutan, landak, luwak, garangan, kucing hutan atau dikenal warga macan cecep. Ular beberapa waktu belakangan juga kerap muncul,” kata Bilal.
Belum lama ini, warga sempat menangkap ular jenis Phyton berukuran sekitar 3 meter. Ular tersebut tertangkap saat tengah memangsa ayam milik salah seorang warga.
“Karena ada kegaduhan dalam kadang milik pak Kardi di Padukuhan Ngangkruk, Desa Pilangrejo sekitar 1 minggu yang lalu setelah dicek ternyata ada ayam yang dimangsa. Panjang ular sendiri sekitar 3,4 meter kemudian diamankan di rumah warga,” ungkap dia.
“Dengan adanya kejadian ini, kita harapkan ada edukasi yang diberikan oleh pemerintah setempat untuk mengantisipasi serangan ular. Karena ular banyak juga di persawahan yang notabene setiap hari dijamah para petani,” terang dia.
Ia juga mengatakan, selama ini ular berbisa kerap menyerang para petani. Untuk jenis kobra sendiri di wilayahnya juga pernah dijumpai namun tidak di pekarangan warga melalinkan di hutan dan ladang.
Ia menambahkan, untuk sifat hewan liar yang kerap muncul tersebut selama ini tidak takut manusia, untuk itu dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan Embung Sriten. Hewan yang dikenal tidak begitu agreaif tersebut dinilai dapat mengagetkan pengguna jalan yang belum terbiasa melintas.
“Hewan-hewan itu bahkan seolah tidak menyadari jika ada yang melintas. Itu juga bisa membahayakan pengguna jalan mengingat kontur jalan yang berliku liku dan menanjak,” ucap dia.
Ia berharap, pemerintah memberikan sejumlah papan rambu di sekitar jalan tersbut. Adanya penerangan jalan, pagar pengaman, dan talud tebing dinilai sangat penting mengingat wilayah tersebut rawan terjadi longsor.
Selaku warga setempat yang mengenali medan, ia berharap kepada pengguna jalan untuk menghindari bercanda dan melakukan aktivitas yang bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara. Selain itu juga harus dipastikan kendaraan dalam kondisi siap (waras) untuk dikemudikan di jalan pegunungan yang extrem.
“Bunyikan klakson sebelum melewati tikungan, tanjakan ketika pandangan mata terhalang kontur. Jika bertemu, melihat atau jalan terhalang binatang liar jangan panik. Tunggu hingga binatang tersebut melintas. Jika tidak berani. Ketika binatang tersebut tidak bergerak, dan menghalangi jalan hubungi pihak yang siap membantu seperti warga lokal, pengelola tempat wisata setempat,” tutup dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized5 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
