fbpx
Connect with us

Sosial

Satwa Liar Kerap Muncul di Kawasan Embung Sriten, Pengunjung Diminta Waspada

Diterbitkan

pada tanggal

Nglipar,(pidjar.com)–Pengunjung yang hendak datang ke di kawasan Embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar dihimbau untuk selalu waspada akan kemunculan satwa liar. Belum lama ini warga berhasil menangkap ular jenis piton berukuran sekitar 3 meter.

Salah seorang warga Pilangrejo, Bilal mengatakan di kawasan Embung Srigen banyak binatang liar yang kerap menampakan wujudnya. Bahkan, hewan-hewan tersebut tidak takut dengan keberadaan manusia.

“Biasanya yang nampak itu ayam hutan, landak, luwak, garangan, kucing hutan atau dikenal warga macan cecep. Ular beberapa waktu belakangan juga kerap muncul,” kata Bilal.

Belum lama ini, warga sempat menangkap ular jenis Phyton berukuran sekitar 3 meter. Ular tersebut tertangkap saat tengah memangsa ayam milik salah seorang warga.

“Karena ada kegaduhan dalam kadang milik pak Kardi di Padukuhan Ngangkruk, Desa Pilangrejo sekitar 1 minggu yang lalu setelah dicek ternyata ada ayam yang dimangsa. Panjang ular sendiri sekitar 3,4 meter kemudian diamankan di rumah warga,” ungkap dia.

“Dengan adanya kejadian ini, kita harapkan ada edukasi yang diberikan oleh pemerintah setempat untuk mengantisipasi serangan ular. Karena ular banyak juga di persawahan yang notabene setiap hari dijamah para petani,” terang dia.

Ia juga mengatakan, selama ini ular berbisa kerap menyerang para petani. Untuk jenis kobra sendiri di wilayahnya juga pernah dijumpai namun tidak di pekarangan warga melalinkan di hutan dan ladang.

Ia menambahkan, untuk sifat hewan liar yang kerap muncul tersebut selama ini tidak takut manusia, untuk itu dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan Embung Sriten. Hewan yang dikenal tidak begitu agreaif tersebut dinilai dapat mengagetkan pengguna jalan yang belum terbiasa melintas.

“Hewan-hewan itu bahkan seolah tidak menyadari jika ada yang melintas. Itu juga bisa membahayakan pengguna jalan mengingat kontur jalan yang berliku liku dan menanjak,” ucap dia.

Ia berharap, pemerintah memberikan sejumlah papan rambu di sekitar jalan tersbut. Adanya penerangan jalan, pagar pengaman, dan talud tebing dinilai sangat penting mengingat wilayah tersebut rawan terjadi longsor.

Selaku warga setempat yang mengenali medan, ia berharap kepada pengguna jalan untuk menghindari bercanda dan melakukan aktivitas yang bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara. Selain itu juga harus dipastikan kendaraan dalam kondisi siap (waras) untuk dikemudikan di jalan pegunungan yang extrem.

“Bunyikan klakson sebelum melewati tikungan, tanjakan ketika pandangan mata terhalang kontur. Jika bertemu, melihat atau jalan terhalang binatang liar jangan panik. Tunggu hingga binatang tersebut melintas. Jika tidak berani. Ketika binatang tersebut tidak bergerak, dan menghalangi jalan¬† hubungi pihak yang siap membantu seperti warga lokal, pengelola tempat wisata setempat,” tutup dia.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler