Sosial
Update Covid19 di Gunungkidul, Dua Tambahan Kasus Positif dan Dua Orang Dinyatakan Sembuh
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tambahan kasus positif covid-19 kembali terjadi di Gunungkidul. Senin (27/07/2020) ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat ada dua orang yang terkonfirmasi positif. Dengan tambahan ini, sampai dengan saat ini total tercatat terjadi 96 kasus yang terjadi selama pandemi. Dari jumlah ini, telah ada 61 pasien terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan tambahan kasus positif kali ini merupakan laki-laki berusia 23 tahun warga Kapanewon Purwosari dan perempuan berusia 50 tahun warga Kapanewon Patuk. Untuk laki-laki tersebut diketahui positif setelah dilakukan pemeriksaan karena mempunyai riwayat perjalanan dari Riau.
“Untuk yang perempuan ini merupakan hasil tracing kasus konfirmasi positif dari Yogyakarta,” kata Dewi, Senin siang.
Dengan adanya tambahan kasus ini, pihaknya akan melakukan upaya tracing lanjutan. Nantinya tracing akan dilakuan langsung dengan metode swab agar hasilnya bisa cepat diketahui.
“Dilakukan tracing kepada mereka yang melakukan kontak erat dengan konfirmasi positif,” terang dia.

Sementara itu, kemarin tercatat dua orang yang menjalani perawatan di rumah sakit telah dinyatakan sembuh. Mereka adalah remaja laki-laki berusia 15 tahun warga Kapanewon Playen dan perempuan berusia 54 tahun warga Kapanewon Wonosari.
“Jumlah pasien yang dirawat saat ini ada 31 orang,” kata Dewi.
Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, peningkatan jumlah konfirmasi positif Covid 19 di Gunungkidul terjadi karena karena 3 hal. Untuk pertama peningkatan akibat dari oleh-oleh warga yang melakukan perjalan ke kota di luar DIY dengan status zona nerah.
“Ada satu warga yang melakukan perjalanan daerah zona merah barat yang konfirmasi positif Covid 19 menulari 5 orang warga. Ada juga yang dari daerah zona merah timur yang jumlahnya 4 orang warga. Masih ada lagi dari daerah zona merah lain yang menulari warga lainnya. Jadi faktor yg paling menonjol adalah oleh-oleh dari perjalanan ke daerah zona merah di luar DIY,” beber Immawan.
Kemudian kedua, penularan karena interaksi satu lingkungan kerja yang jumlahnya mencapai 5 orang. Dua faktor tersebut menjadi faktor dominan menambah jumlah angka konfirmasi positif di Gunungkidul.
“Yang ketiga dari hasil karantina reaktif hasil rapid test yang pertengahan Juli ini menambah 5 orang. Hal terpenting harus kita pedomani untuk pribadi dan kekuarga serta lingkungan kita adalah dengan berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, tidak berkerumun, jaga kebugaran badan dg mengkonsunsi makanan bergizi dan tidak perlu panik tapi jangan menyepelekan pandemi Covid apapun alasannya,” terang dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
