Peristiwa
Jalur Hutan Rakyat Diportal Pemerintah, Warga Protes
Playen,(pidjar.com) – Masyarakat di seputaran Taman Hutan Rakyat (Tahura) Kalurahan Gading, Kapanewon Playen mengeluhkan pemasangan portal di jalur lingkar eks Pendopo Bunder menuju kawasan penangkaran Rusa dan Sendang Mole. Khususnya para pencari ikan di sungai Oya juga pencari rumput pakan ternak. Mereka menganggap pemasangan portal menyendat aktivitas.
Seorang pencari ikan warga Kalurahan Gading, Widodo mengatakan pemasangan portal di jalur tepian sungai tersebut sudah sekitar satu tahun lalu. Sebelumnya tidak didapati pemberitahuan apapun, sehingga mereka kecele saat melintas. Terlebih, jalur yang ditutup merupakan area pencarian ikan yang setiap tangkapannya mendapat banyak hasil.
“Namanya taman hutan rakyat tapi bukan untuk rakyat. Mencari ikan jadi sulit untuk lauk keluarga,” kata dia, Sabtu (07/03/2026).
Lokasi yang terbiasa ia jadikan spot pencarian ikan berada di sebelah barat gedung pembibitan tanaman, sepanjang tepian sungai. Akan tetapi untuk saat ini dipasang portal dan hanya bisa di tepian sungai sebelah timurnya, dengan hasil tangkapan yang terbilang sedikit.
“Pas kerja nangkap ikan pakai jala. Biasanya bisa satu ember, untuk lauk dan dijual untuk kebutuhan hidup. Tapi sekarang dapat sekilo saja sudah Alhamdulillah,” terang Widodo.
Ungkapan senada juga dikatakan Hanung, seorang pemancing warga Sumberjo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen. Lokasi yang banyak ikannya berada di lokasi yang diportal oleh petugas. Ia merasa heran dengan penutupan jalur yang hingga saat ini tidak diketahui alasannya.
“Ada yang bilang kalau sering buat nongkrong pacaran remaja, ada yang bilang juga sebagai konservasi ikan. Tetapi tidak ada penjelasannya sama sekali,” ucap Hanung.
Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses utama bagi pencari ikan dan juga pencari rumput. Setiap waktu selalu hilir mudik rombongan kendaraan, didominasi pencari rumput masyarakat sekitar.
“Kasihan petani, rumahnya cuma dekat Sendang Mole tapi harus muter di jalan raya,” imbuh dia.
Sementara ketika dikonfirmasi Lurah Gading, Rugiyanto mengaku tidak tahu menahu soal pemasangan portal di jalur tersebut. Pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan atau tembusan dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Kehutanan DIY.
Dia mengakui jika jalur tersebut merupakan akses utama pencarian ikan dan rumput bagi warganya. Namun sudah sejak 1 tahun ini tidak ada jawilan kepada pemerintah kalurahan.
“Kita benar-benar tidak paham soal pemasangan portal. Itu mutlak kewenangan instansi kehutanan,” tutup Lurah Rugiyanto.
Iapun menyayangkan jika tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu meskipun itu kewenangan pemerintah provinsi. Sebagai pemakai jalan, setidaknya mengetahui sehingga bisa memaklumi jika dengan pemberitahuan yang jelas.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Uncategorized4 minggu yang laluUsai Dua Periode Kepemimpinan Sariyanto, Kini Direktur Bumkal Maju Mandiri Bejiharjo Berganti
