bisnis
Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama
Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata keluarga baru, tetapi juga mengedepankan konsep wisata ramah hewan yang mengutamakan edukasi, interaksi yang bertanggung jawab, dan kesejahteraan satwa.
Mengusung tema “The Legendary Pony Adventure”, Pony Park menghadirkan perpaduan petting zoo dan mini zoo dalam suasana petualangan bertema frontier klasik yang dipadukan dengan sentuhan fantasi ramah anak dan keluarga. Di balik konsep tersebut, pengelola ingin membangun kesadaran bahwa satwa bukan sekadar objek hiburan, melainkan makhluk hidup yang perlu dikenali, dihargai, dan dirawat.
Filosofi “Langkah kecil, temukan petualangan besar” menjadi landasan pengembangan kawasan wisata ini. Melalui aktivitas sederhana seperti memberi makan satwa, mengamati perilakunya, hingga berinteraksi secara langsung dengan pendampingan petugas, pengunjung diajak memahami pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan hewan.
Salah satu pendiri Pony Park, Agung Sulistomo mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui pengalaman nyata bersama satwa.
“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai satwa secara langsung, bukan hanya melalui layar. Dari interaksi nyata, mereka bisa belajar, bermain, dan bertumbuh bersama keluarga,” ujar Agung, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, Pony Park dirancang sebagai wahana edukasi satwa yang berbeda dari kebun binatang konvensional. Pengunjung dapat menikmati pengalaman lebih dekat dengan berbagai jenis satwa melalui konsep interaktif yang tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan, baik bagi hewan maupun pengunjung.
Perwakilan manajemen Pony Park, Adel, menambahkan bahwa kawasan wisata tersebut tidak hanya menghadirkan koleksi satwa, tetapi juga membangun pengalaman edukatif yang mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami menghadirkan kurang lebih 80 jenis satwa. Salah satunya adalah kapibara yang saat ini menjadi salah satu satwa favorit dan banyak dicari pengunjung,” jelas Adel.
Lebih dari 80 spesies satwa akan menghuni kawasan ini, mulai dari herbivora, reptil, satwa nokturnal, burung di area aviary, hingga show animals. Sejumlah satwa seperti kapibara, alpaka, meerkat, dan kuda poni dipersiapkan menjadi daya tarik utama melalui interaksi yang telah diatur agar tetap aman dan tidak mengganggu kesejahteraan satwa.
Melalui pendekatan wisata berbasis edukasi dan interaksi yang bertanggung jawab, Pony Park berharap dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap hewan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga memahami cara memperlakukan satwa dengan baik, mengenali habitatnya, serta menghargai keberagaman fauna.
Selain memperkaya pilihan destinasi wisata di kawasan Solo-Yogyakarta, Pony Park Klaten diharapkan menjadi contoh pengembangan wisata keluarga yang mengedepankan prinsip ramah hewan, sehingga rekreasi dapat berjalan beriringan dengan edukasi konservasi dan kesejahteraan satwa. (Rosa)
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Budaya14 jam yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
