event
Sekar Kedhaton, Rayakan 21 Tahun dengan Menu Mataram
Jogja,(pidjar.com)–Kiprah Restoran Sekar Kedhaton Yogyakarta tak diragukan lagi. Kali ini restoran dengan konsep budaya tersebut memasuki usia ke-21 tahun. Dalam perjalanannya dengan semangat baru melalui konsep bertajuk Gracefully Blooming. Sebuah fase di mana Sekar Kedhaton dapat terus “mekar” serta memberikan kontribusi positif bagi industri pariwisata dan kuliner di DIY.
Direktur Board of Director (BOD) Sekar Kedhaton, Aldi Fadlil Diyanto mengungkapkan bahwa angka 21 tahun merupakan pencapaian luar biasa setelah melewati berbagai tantangan, termasuk masa pandemi.
“Harapannya kita selalu memberikan keharuman kepada seluruh khalayak, khususnya di atmosfer pariwisata Kota Yogya. Kami mengambil konsep tersebut karena di usia 21 ini ingin terus mekar dan berkembang,” ujar Aldi di Sekar Kedhaton, Kotagede (30/1/26).
Aldi melanjutkan, Sekar Kedhaton turut memperkenalkan sejumlah menu baru yang sarat akan nilai filosofi budaya dan sejarah.
“Beberapa menu andalan yang diangkat berasal dari tradisi Mataram Islam di antaranya ayam lembaran dan mangut lele.Kami mengambil menu-menu yang memiliki histori sebagai salah satu andalan kami tahun ini,” tambah Aldi.

Selain kuliner, daya tarik utama Sekar Kedhaton terletak pada bangunannya dengan unsur keunikan arsitektur tiga zaman dan merupakan cagar budaya Yogya.
“Arsitektur restoran ini dipengaruhi oleh perpaduan tiga budaya unik yaitu Indische (Belanda), Tionghoa (Oriental), dan Jawa Kuno. Perpaduan ini menciptakan atmosfer “Jawa-Indische” yang kental, terutama di area bangunan perak bagian depan yang tetap dijaga keasliannya tanpa mengubah struktur arsitekturnya,”kata dia.
Memahami tren pasar saat ini, Sekar Kedhaton juga menghadirkan area baru bernama De Terrace. Berbeda dengan area utama yang formal, Teras Kedhaton mengusung konsep kafe yang lebih santai untuk menyasar kaum muda.
“Salah satu keunikannya adalah sajian Kopi Rasa Kipo. Kipo merupakan makanan khas Kotagede, dan Sekar Kedhaton berhasil mengadaptasi cita rasa tradisional tersebut ke dalam minuman kopi modern. Harga yang ditawarkan di area kafe ini pun cukup kompetitif, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Kami ingin tetap ada unsur budayanya. Anak muda sekarang kan sukanya kopi, jadi kita buat kopi yang punya rasa khas Kotagede,” tutup Aldi. (rosa)
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
