Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Gunungkidul Targetkan Angka Stunting 2026 Tinggal 14,49 Persen 

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mengintensifkan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Pemkab Gubungkidul mengadakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menyelaraskan kebijakan, serta merumuskan strategi penanganan stunting yang lebih efektif dan berbasis data.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sugeng Prihartanta mengatakan, berdasarkan data tahun 2024 lalu angka stunting di kabupaten Gunungkidul yakni 19,7 persen. Kemudian di thaun 2025 turun menjadi 16,62 persen.

“Gunungkidul sebenarnya sudah berada di bawah angka nasional namun demikian memang untuk di DIY masih menjadi yang tertinggi,” kata Sugeng.

Tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan angka stunting kembali mengalami penutunan yang signifikan yakni angka optimisnya berada di 14,49 persen.

Berita Lainnya  Serapan Anggaran Rendah, Tiga OPD Kena Semprit

“Angka optimisnya memang 14,49 persen tapi kami harapkan dengan intervensi yang dilakukan dari berbagai pihak bisa di bawah angka tersebut,” tandasnya.

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh program percepatan penurunan stunting dapat berjalan selaras dan tepat sasaran.

“Melalui rapat koordinasi ini dilakukan sinkronisasi kebijakan sekaligus evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan, sehingga intervensi yang dilakukan semakin efektif dalam menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak-anak yang hari ini kita lindungi dari stunting adalah generasi yang akan menentukan daya saing Kabupaten Gunungkidul di masa mendatang. Oleh karena itu, percepatan pencegahan dan penurunan stunting menjadi agenda strategis yang sejalan dengan visi RPJMD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025–2029,” kata Joko yang merupakan Ketua Percepatan Penanganan Kemiskinan di Gunungkidul.

Sebagai bentuk fokus penanganan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan 10 kalurahan sebagai lokasi prioritas intervensi stunting pada 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 147 Tahun 2025. Kalurahan tersebut meliputi Pacarejo, Semanu, Dadapayu, Ngeposari, Semin, Ngalang, Tegalrejo, Hargomulyo, Kemadang, dan Giripurwo.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Bakal Lelang Kendaraan Dinas

Penetapan tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti jumlah balita pendek dan sangat pendek, prevalensi stunting, jumlah ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), hingga akses rumah tangga terhadap air minum layak.

Selain itu, Pemkab Gunungkidul juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 32 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S). Program tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 0–59 bulan melalui pendataan, penimbangan, pengukuran sesuai standar, verifikasi, pencatatan, hingga pelaporan di posyandu.

Ia menegaskan seluruh pihak memiliki ketugasan masing-masing dengan program masing-masing dalam penanganan stunting.

“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat mewujudkan Generasi Emas Gunungkidul yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tutupnya.

Berita Lainnya  Transformasi Pemerintahan Digital Jadi Fokus Pemkab Gunungkidul, Pelayanan Publik Ditarget Lebih Efektif

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler