Pemerintahan
Pembangunan Jalan Kepek–Ngobaran Kembali Diusulkan ke Pemerintah Pusat
Wonosari,(pidjar.com)- Pembangunan ruas jalan Kepek ke Ngobaran merupakan proyek yang telah dilaksanakab oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sejak beberapa tahun lalu dan madeg karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah. Di tahun 2026 ini, Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) mencoba peruntungan dengan mengusulkan pembangunan ke pemerintah pusat.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, tahun lalu Gunungkidul mendapatkan alokasi anggaran dari pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk melanjutkan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran sepanjang 800 meter. Tahun ini, pemerintah kembali mengusulkan pembangunan sepanjang 1,3 kilometer ke pemerintah pusat.
“Tahun ini kami usulkan kembali, ini kami sedang menunggu kepastiannya. Mudah-mudahan di acc pada Oktober 2026 mendatang sehingga pembangunan dapat dilanjutkan,” ungkap Rakhmadian.
Adapun pagu anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan 1,3 km ini sekitar Rp 50 miliar.
Ia menjelaskan, untuk kebutuhan anggaran penyelesaian jalan menuju obyek wisata ini cukup besar. Jika diampu dengan APBD, Pemkab Gunungkidul tidak mampu karena anggaran yang dimiliki harus diplotkan ke kegiatan lainnya. Sehingga pemkab mengusulkan ke pusat.

“Anggaranya cukup besar. Karena jalan yang belum terselesaikan masih cukup panjang, sekitar 4,5 kilometer hingga ke kawasan Pantai Ngobaran,” jelasnya.
Menurutnya, untuk kebutuhan anggaran penanganan jalan ini memanh cukup besar, sebab pengerjaan bukan hanya berkaitan dengan pengaspalan jalan saja. Akan tetapi ada beberapa komponen lain seperti pembangunan talud, pengeprasan bukit di ruas jalan tersebut, serta kelengkapan lainnya yang membutuhkan anggaran besar.
“Semoga kedepan dapat segera dibangun secara bertahap,” jelasnya.
Rakhmadian menambahkan, jika nantinya jalan ini kembalj dibangun dan dapat terselesaikan secara keseluruhan dalam beberapa tahun kedepan diharapkan dapat memudahkan akses para wisatawan ke kawasan wisata di Saptosari dan meningkatkan kunjungan pariwisata.
Selain itu juga akses perekonomian, pendidikan dan mobilitas lainnya dapat semakin mudah, pasalnya untuk saat ini jalan di kawasan tersebut sangatlah sempit.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
