Sosial
Bayi Malang Yang Ditemukan di Semin Sudah Diasuh Dinsos, Masyarakat Mulai Antre Untuk Adopsi
Semin, (pidjar.com)-Penanganan bayi laki-laki yang ditemukan warga di Padukuhan Kemejing I, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, berlangsung cepat dengan melibatkan lintas instansi. Setelah dipastikan dalam kondisi sehat, bayi tersebut kini dirawat di lembaga kesejahteraan sosial yang ditunjuk Dinas Sosial (Dinsos) DIY sambil menunggu proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.
Panewu Semin Dasno menjelaskan, penanganan bayi dimulai setelah Bhabinkamtibmas melaporkan penemuan bayi tersebut ke Polsek Semin pada Senin (3/8/2026) dini hari.
“Dari Bapak Kapolsek menyampaikan kronologi, setelah Bhabinkamtibmas melaporkan ke Polsek Semin maka Polsek Semin berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul,” kata Dasno, Selasa (4/8/2026).
Selanjutnya, bayi laki-laki tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Puskesmas Semin. Setelah dinyatakan dalam kondisi sehat, penanganan dialihkan kepada Dinas Sosial Gunungkidul.
“Dinas Sosial menunjuk Yayasan Almarina/LKS An Nur Srimpi, Karangmojo untuk merawat bayi tersebut. Siang tadi bayi sudah diserahkan di LKS An Nur Srimpi Karangmojo,” ujarnya.

Dasno menambahkan, sejak penyerahan tersebut seluruh proses penanganan bayi telah menjadi kewenangan Dinas Sosial.
“Kemarin sudah di ranahnya Dinas Sosial,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Arhkam Mashudi menegaskan bayi tersebut hingga kini masih berada dalam pengasuhan lembaga resmi yang ditunjuk oleh Dinas Sosial DIY.
“Masih diasuh di lembaga resmi yang ditunjuk Dinsos DIY,” kata Arhkam.
Arhkam juga menjelaskan, saat ini Dinsos masih menunggu arahan dari Dinas Sosial DIY terkait langkah penanganan berikutnya. Karena itu, bayi tersebut belum dapat diadopsi meski sudah banyak masyarakat yang menyatakan keinginan untuk mengasuhnya.
“Banyak yang berminat untuk mengadopsi, tapi sesuai prosedur belum bisa karena masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Arhkam mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun grup WhatsApp mengenai identitas bayi tersebut. Ia memastikan foto dan nama bayi yang ramai beredar bukan merupakan identitas resmi bayi temuan di Semin.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga meminta masyarakat tidak menyebarluaskan foto, nama, maupun informasi lain terkait bayi tersebut sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Langkah itu dilakukan untuk menjaga perlindungan hukum serta hak privasi anak selama proses penanganan masih berlangsung.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Uncategorized1 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized5 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa6 jam yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
