Uncategorized
38 Karhutla di Musim Kemarau, Berikut Wilayah Gunungkidul yang Paling Banyak Terbakar
Wonosari,(pidjar.com)–Musim kemarau yang semakin intens mulai berdampak pada meningkatnya kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Gunungkidul. Hingga pertengahan Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran mencatat 38 peristiwa kebakaran lahan dengan total luas area yang terdampak lebih dari 31,9 hektare.
Kepala TU UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan, sampai dengan Rabu, 12 Agustus 2026 tercatat ada 37 kejadian kebakaran lahan dengan dampak 31,9 hektare. Kemudian pada Kamis, 13 Agustus 2026 kembali terjsdi kebakaran di wilayah Bendungan, Karangmojo dengan luasan lahan 2 hektare.
Dengan demikian, sampai dengan 13 Agustus ada 38 titik kebakaran yang tersebar di 12 kapanewon. Mayoritas kejadian didominasi lahan jati dan tebu. Hal ini dikarenakan kondisi daun jati yang mengering dan berguguran selama musim kemarau membuat lahan menjadi sangat mudah terbakar.
“Kebakaran lahan mendominasi di kemarau ini,” kata Ngadiyono.
Berdasarkan data sebaran kejadian, Kapanewon Karangmojo 8, Semanu 6 kejadian, disusul Wonosari sebanyak empat kejadian. Sementara itu, Paliyan, Playen, dan Ponjong masing-masing mengalami dua kejadian, sedangkan Ngawen, Rongkop, Tanjungsari, dan Tepus masing-masing satu kejadian. Sejumlah kapanewon lainnya belum mencatat kejadian kebakaran lahan.
Selain kerusakan lahan, kebakaran juga menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini tercatat dua korban meninggal dunia, masing-masing terjadi di Kapanewon Rongkop dan Kapanewon Semanu.
“Untuk kerugaian materiil tidak dapat dirinci,” kata dia.
Menurutnya, hasil penanganan di lapangan, penyebab kebakaran yang paling sering ditemukan adalah pembakaran sampah daun. Dalam kondisi vegetasi yang sangat kering, api mudah menyebar, terlebih ketika disertai hembusan angin yang cukup kencang.
“Api yang awalnya berasal dari pembakaran sampah daun sering kali sulit dikendalikan karena daun-daun kering di lahan jati sangat mudah terbakar dan angin mempercepat penyebarannya,” ujar dia.
Sebagai langkah pencegahan, UPT Pemadam Kebakaran terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan selama musim kemarau. Edukasi dilakukan melalui kegiatan penyuluhan langsung di masyarakat serta penyebaran informasi melalui berbagai media online.
Petugas juga mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat membersihkan lahan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
“Kebakaran lahan masih berpotensi meningkat selama puncak musim kemarau, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan hutan jati dan lahan kering yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran,” tutupnya.
-
Uncategorized22 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized21 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized17 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
