Uncategorized
Tolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
Semin,(pidjar.com)–Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua warga Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin yang diduga melibatkan sejumlah oknum perguruan silat memasuki babak baru. Keluarga korban mengaku sempat didatangi pihak keluarga dari orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut dan ditawari imbalan agar kasus diselesaikan secara damai.
Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Lantaran terlanjur sakit hati, keluarga korban memilih tetap menempuh jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada kepolisian.
Tri Rusmeini,orang tua Fahri Maulana (18) salah satu korban, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, keluarga dari pihak yang diduga terlibat penganiayaan sempat datang menemui keluarga korban.
Dalam pertemuan itu, kata Tri, disampaikan tawaran imbalan apabila keluarga bersedia berdamai dan tidak melanjutkan perkara secara hukum.
“Kami tetap memilih jalur hukum. Kami serahkan semuanya kepada polisi,” tegas Tri Rumeini
Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil karena keluarga ingin perkara yang menimpa anaknya diproses secara objektif sesuai ketentuan hukum. Keluarga tidak ingin persoalan berhenti hanya karena adanya tawaran penyelesaian secara kekeluargaan.
Fahri Maulana merupakan satu dari dua korban dalam perkara tersebut. Korban lainnya yakni DMP (16)
Kondisi DMP hingga kini masih dalam tahap pemulihan. Akibat dugaan kekerasan tersebut, korban disebut mengalami kerusakan pada gendang telinga hingga sekitar 50 persen.
Cedera itu berdampak pada aktivitas pendidikan korban. DMP disebut belum dapat kembali mengikuti kegiatan sekolah secara normal. Saat ini, korban juga menjalani rehabilitasi serta mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul.
Di sisi lain, kepolisian masih memburu titik terang perkara tersebut. Kapolsek Semin AKP Aris Sugiyanto mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan sejumlah alat bukti yang telah dikumpulkan.
“Kami akan memanggil beberapa orang yang mengetahui kejadian tersebut. Statusnya masih sebagai saksi,” kata Aris saat dikonfirmasi,
Aris menegaskan, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Penyidik masih mencocokkan keterangan para saksi dengan alat bukti yang ada.
Meski demikian, dari hasil pendalaman sementara, polisi memperkirakan terdapat empat orang yang diduga terlibat.
“Kemungkinan pelaku sebanyak empat orang, namun proses penyelidikan masih berlanjut,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
