Uncategorized
Siaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
Wonosari, (pidjar.com)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir November 2026. Perpanjangan selama tiga bulan itu dilakukan karena musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga November.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan status siaga darurat sebelumnya berakhir pada 31 Agustus 2026. Namun, melihat kondisi dan prediksi cuaca, status tersebut diperpanjang hingga akhir November.
“Siaga darurat bencana hidrometeorologi diperpanjang hingga akhir November,” kata Purwono di Gunungkidul, Kamis(3/9/2026).
Purwono menjelaskan perpanjangan status tersebut salah satunya mengacu pada informasi dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Musim kemarau diperkirakan masih berpotensi berlangsung hingga November.
“Penetapan status siaga darurat merupakan salah satu tahapan untuk mengakses anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) apabila terjadi suatu kejadian kedaruratan,” ujarnya.
Menurut Purwono, dampak kemarau masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Gunungkidul. Salah satu persoalan yang paling menonjol yakni kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Selama musim kemarau, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih ke sekitar 16 kapanewon. Total air yang telah didistribusikan diperkirakan mencapai lebih dari 2,5 juta liter.
“Kemungkinan permintaan droping air masih terus bertambah,” katanya.
Dengan status siaga darurat diperpanjang hingga November, BPBD juga bersiap melanjutkan distribusi air bersih. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak kekeringan tetap terpenuhi.
“Perkiraan droping air bersih sampai November,” ujar Purwono.
Di sisi lain, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan BPBD. Pemerintah kapanewon juga turut melakukan droping air menggunakan anggaran masing-masing. Hingga kini, tercatat 12 kapanewon telah menyalurkan bantuan air bersih.
Purwono mengatakan kebutuhan anggaran untuk distribusi air bersih diperkirakan masih besar.
Bahkan, anggaran BPBD yang tersedia saat ini diperkirakan habis pada awal September.
“Anggaran kami akan habis awal September, dan sudah ajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air lewat BTT. Tapi, sekarang masih dalam proses,” jelasnya.
BPBD pun mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga diminta memprioritaskan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari.
Ia meminta masyarakat mendahulukan pemanfaatan air untuk kepentingan utama, terutama kebutuhan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized1 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
