Uncategorized
Program Gotong Royong Masih Terus Bergulir, Bupati Dorong Infrastruktur Rampung Sebelum Musim Hujan
Wonosari,(pidjar.com)- Program pembangunan infrastruktur “Gotong Royong” di Kabupaten Gunungkidul masih terus berlangsung. Kamis (10/9/2026) Bupati Gunungkidul bersama dengan jajaran forkompimda melakukan road show kepyakan di beberapa kalurahan di Wonosari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, kegiatan pembangunan dari anggaran pemerintah ke masyarakat tingkat kalurahan ke padukuhan masih terus berlangsung. Beberapa kapanewon telah selesai pembangunan dan ada yang masih berproses.
Pada Kamis pagi tadi, dilakukan Kepyakan Gotong Royong yang dihadiri Bupati Gunungkdiul beserta jajaran. Diantaranya di Kalurahan Piyaman, Gari, Karangrejek dan Duwet.
Di Kalurahan Piyaman, pembangunan dilaksanakan di Padukuhan Ngerboh I berupa jalan beton double track. Jalan tersebut memiliki lebar 160 sentimeter, ketebalan 10 sentimeter dengan panjang sekitar 190 meter.
Sementara di Kalurahan Gari, tepatnya Padukuhan Gondang, pembangunan berupa jalan beton full block dengan lebar 300 sentimeter, ketebalan 10 sentimeter dan panjang 112 meter. Rakhmadian menyebut akses menuju kedua lokasi tersebut memungkinkan bahan bangunan diangkut hingga ke titik pekerjaan.

“Hari ini ada 4 titik di Kapanewon Wonosari yang ditinjau langsung oleh Bu Bupati,” jelas Rakhmadian.
Lebih lanjut ia mengatakan, di Kalurahan Karangrejek, pembangunan berlokasi di Padukuhan Karanggumuk. Pekerjaan berupa talud pasangan batu dengan kedalaman rata-rata 225 sentimeter dan panjang 36 meter. Ketebalan dinding bagian atas sekitar 30 sentimeter, sedangkan bagian bawah rata-rata 75 sentimeter.
Sedangkan di Kalurahan Duwet, tepatnya Padukuhan Dunggubah, pembangunan diarahkan untuk memperbaiki saluran drainase. Saluran tersebut memiliki lebar 50 sentimeter, kedalaman 50 sentimeter dan panjang 75 meter.
Ia menambahkan, hampir seluruh kalurahan di Gunungkidul melakukan realisasi pembangunan infrastruktur secara gotong royong sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mendorong percepatan pembangunan nfrastruktur yang saat telah dimulai dapat segera dituntaskan sebelum memasuki musim penghujan.
Infrastruktur tersebut diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat dalam mengantisipasi maupun menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi ketika curah hujan mulai meningkat.
“Semoga secara menyeluruh dapat selesai sebelum musim penghujan. Ini prediksi BMKG kemarau sampai awal November,” terang Bupati Gunungkidul.
Menurut Endah, gotong royong tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia, tetapi juga merupakan kekuatan penting dalam pembangunan.
“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, TNI, Polri, Pemerintah Kapanewon, Pemerintah Kalurahan dan seluruh masyarakat dalam membangun daerah secara bersama-sama,” kata Endah.
Ia menilai semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Gunungkidul merupakan modal sosial yang sangat berharga. Selain menghasilkan sarana dan prasarana, gotong royong juga dapat menumbuhkan rasa memiliki, mempererat persaudaraan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Endah pun meminta masyarakat, tidak hanya ikut dalam proses pembangunan, tetapi juga turut merawat hasil pembangunan yang telah diwujudkan. Mulai dari jalan, saluran air, fasilitas umum, tempat ibadah hingga lingkungan sekitar, menurutnya, perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bupati juga mengingatkan agar kegiatan Kepyakan Gotong Royong tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia berharap gerakan tersebut terus berlangsung di tingkat kalurahan, padukuhan maupun lingkungan masyarakat.
“Semangat gotong royong jangan hanya berhenti pada kegiatan hari ini. Harus menjadi gerakan yang terus hidup di setiap kalurahan, padukuhan dan lingkungan masyarakat,” tegasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
