Uncategorized
Setelah Sempat Mahal, Harga Plastik di Gunungkidul Kini Turun hingga 25%
Playen, (pidjar.com)- Harga berbagai jenis plastik di pasaran Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan yang mencapai sekitar 25 persen itu disambut positif para pelaku usaha, terutama UMKM yang setiap hari bergantung pada kemasan plastik untuk menunjang produksi.
Salah seorang pedagang plastik di Pasar Playen, Septi, mengatakan penurunan harga terjadi secara bertahap setelah sebelumnya harga plastik sempat berada pada level tinggi. Turunnya harga tersebut membuat permintaan dari pembeli mulai meningkat.
“Penurunan harga terjadi secara bertahap pada beberapa jenis plastik. Sekarang harganya sudah lebih murah dibandingkan beberapa waktu lalu, sehingga pembeli juga mulai lebih banyak,” kata Septi, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, rata-rata harga plastik turun sekitar 25 persen. Plastik kemasan ukuran satu kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp 6.000 kini turun menjadi Rp 4.000. Sementara itu, harga cup plastik yang banyak digunakan pedagang minuman juga turun dari Rp 19.000 menjadi Rp 16.500 per pax.
Menurutnya, penurunan harga tersebut menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha yang selama ini harus menanggung tingginya biaya kemasan. Dengan harga yang lebih murah, pembelian plastik pun kembali meningkat.

Dampak positif juga dirasakan para pelaku usaha makanan. Produsen roti asal Kapanewon Patuk, Putri, mengaku pengeluaran untuk membeli kemasan plastik kini jauh lebih ringan dibandingkan sebelumnya.
Ia mengatakan, turunnya harga plastik membuat biaya produksi menjadi lebih efisien sehingga pelaku usaha tidak perlu terburu-buru menaikkan harga jual produknya.
“Dengan harga plastik yang turun, biaya produksi jadi lebih ringan. Selisih biaya itu bisa menambah keuntungan dan membantu usaha kami tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Para pelaku UMKM berharap tren penurunan harga tersebut diikuti dengan kondisi pasar yang stabil. Menurut mereka, kestabilan harga bahan pendukung produksi akan membantu menjaga efisiensi usaha, meningkatkan daya saing produk, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Gunungkidul.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized2 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
