Connect with us

Uncategorized

Nglanggeran Didorong Jadi Model Nasional Desa Wisata

Diterbitkan

pada

Patuk, (pidjar.com)- Desa Wisata Nglanggeran di Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), didorong menjadi contoh pengembangan desa wisata di tingkat nasional. Pasalnya, desa wisata tersebut telah memiliki rekam jejak hingga kancah internasional dengan meraih predikat Best Tourism Village pada 2021.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Desa Wisata Nglanggeran. Menurutnya, keberhasilan Nglanggeran tidak lepas dari kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi desa menjadi paket wisata yang menarik.

“Artinya memang ada kesadaran yang muncul dari masyarakat itu sendiri untuk mengolah menjadi packaging paket wisata yang bisa diminati bukan hanya wisatawan nusantara tapi juga wisatawan mancanegara,” kata Saraswati, Jumat (11/9/2026).

Dia menilai pengalaman Nglanggeran layak dipelajari oleh desa wisata lain di Indonesia. Karena itu, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada kementerian terkait, khususnya Kementerian Pariwisata.

Berita Lainnya  7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar

Terlebih, pemerintah saat ini masih menyusun berbagai aturan turunan setelah UU Kepariwisataan yang baru disahkan. Saraswati berharap proses penyusunan regulasi tersebut turut melihat praktik baik yang telah dilakukan desa wisata seperti Nglanggeran.

“Kita apresiasi dan kita sampaikan kepada kementerian-kementerian terkait, khususnya Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Saraswati mengatakan desa wisata yang telah memiliki rekam jejak dan prestasi seharusnya dapat dijadikan best practice, sekaligus menjadi tolok ukur bagi pengembangan desa wisata lainnya.

“Untuk bisa melihat bukan hanya Desa Wisata Nglanggeran, tapi semua desa wisata yang sudah memiliki sepak terjang yang luar biasa untuk dijadikan best practice dan bisa menjadi tolak ukur dan indikator untuk desa wisata yang lain,” jelasnya.

Menurut dia, pengembangan desa wisata juga membutuhkan indikator yang jelas. Dengan begitu, keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari keberlanjutan pengelolaan dan dampak ekonominya terhadap masyarakat.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Target Raup 26 Miliar Dari PBB

Dia juga menyoroti pentingnya kualitas evaluator desa wisata. Saraswati menyebut evaluator yang melakukan penilaian di tingkat kabupaten maupun provinsi perlu memiliki sertifikasi.

Sementara pemerintah pusat, lanjutnya, memiliki peran untuk membantu memasarkan desa wisata yang telah berkembang.

“Yang kedua, evaluatornya sendiri pun harus memiliki sertifikasi karena evaluasi dilakukan di tingkat provinsi dan kabupaten, bukan di pusat. Pusat itu tugasnya harus bisa memasarkan desa yang sudah maju maupun mandiri,” katanya.

Dengan pola tersebut, desa wisata yang sudah maju diharapkan bisa naik kelas menjadi desa wisata mandiri. Sedangkan desa yang telah mandiri diharapkan dapat mempertahankan keberlanjutannya.

Saraswati juga mendorong adanya insentif bagi desa wisata yang berhasil berkembang. Insentif tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi, terutama dengan mendatangkan wisatawan secara reguler dan konsisten.

“Yang maju untuk bisa naik ke mandiri dan yang mandiri supaya tetap bisa mandiri dan tentunya ada insentif,” ujarnya.

Menurut Saraswati, keberhasilan pengembangan wisata di Nglanggeran juga telah memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga UMKM, perkebunan, dan pertanian.

Berita Lainnya  Pasca Idul Adha, Harga Sapi di Gunungkidul Justru Semakin Tinggi

Salah satunya terlihat dari komoditas kakao yang dikembangkan masyarakat. Bahan baku lokal tersebut kemudian diolah sehingga memiliki nilai tambah dan menjadi bagian dari produk yang mendukung aktivitas pariwisata.

“Hilirisasi yang akhirnya menjadi daya tambah, daya saing masyarakat lokal,” katanya.

Hasil dari aktivitas tersebut kemudian turut memberikan manfaat bagi Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal). Bahkan, Saraswati menyebut Bumkal dapat berkontribusi kembali kepada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial atau CSR, termasuk untuk membantu warga yang masih berada dalam kondisi rentan.

“Jadi mereka malah berkontribusi ke Bumkal dan Bumkal-nya berkontribusi bahkan punya CSR untuk masyarakat sekitar karena masih ada masyarakat-masyarakat yang rentan,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler