Uncategorized
Ikuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
Ngawen,(pidjar.com)– Sebuah kendaraan minibus nopol AD 7081 CD mengalami kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan perbatasan Ngwen-Klaten tepatnya Tanjakan Bundelan, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Sabtu, (26/09/2026) siang. Akibat dari insiden ini, 1 orang meninggal dunia dan 15 orang lainnya luka-luka.
Kapolsek Ngawen, AKP Arif Hariyanto mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, minibus dengan 1 orang sopir dan 15 penumpang tersebut melaju dari arah Klaten menuju Gunungkidul. Adapun sopir minibus adalah Muh. Irham (48) warga Boyolali.
Dalam perjalanan hendak berwisata ke salah satu pantai di Gunungkidul ini, sopir dan penumpang berbekal google maps karena sopir tidak mengetahui jalan. Pada aplikasi tersebut, pengemudi diarahkan melewati tanjakan curam Bundelan Ngawen, saat kendaraan naik ternyata tidak kuat sehingga mobil berjalan mundur dengan kecepatan tinggi.
Upaya manuver yang dilakukan sopir tidak membuahkan hasil, kendaraan terus melaju mundur di tanjakan tersebut. Saat hendak sampai bawah, kendaraan oleng ke kiri dan melewati sela-sela pembatas jalan sehingga terperosok ke jurang.
“Sopir hanya berbekal google maps sehingga tidak hafal medan. Pas di tanjakan tersebut belum sampai tengah kendaraan sudah tidak kuat melaju dan justru berjalan mundur,” kata Kapolsek.

Suara kendaraan yang terjatuh ini terdengar cukup keras sehingga menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga kemudian banyak berdatangan untuk mengecek dan membantu mengevakuasi korban.
“Satu persatu korban diberikan pertolongan, ada satu korban perempuan bernama Daryanti (49) berada meninggal dunia dalam insiden ini,” jelasnya.
Sementara sopir dan 14 orang lainnya dalam kondisi luka-luka baik ringan maupun sedang. Korban kecelakaan ini dirawat di RSI Cawas.
Dirinya mengimbau kepada masyarakat luas untuk lebih berhati-hati saat berkendara atau berkemudi. Jika tidak mengetahui medan yang dilewati lebih baik bertanya kepada warga sekitar, pasalnya jika mengandalkan aplikasi maps terkadang tidak sesuai dengan kondisi dan medannya curam.
“Tanjakan sini memang curam dan berbahaya. Lebih baik lewat jalur lain yang lebih landai, kalau tidak tau medan tanya ke penduduk sekitar saja pasti diarahkan ke jalan yang tidak berbahaya,” jelasnya.
Insiden laka maut ini kemudian dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul dalam penanganannya. Siang tadi, anggota piket Unit Gakkum langsung melakukan olah TKP di lokasi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized1 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
