Pemerintahan
Dua Kasus Malaria Ditemukan di Gunungkidul Sepanjang 2026, Begini Skrining yang Dilakukan Dinkes
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat dua kasus malaria sepanjang 2026. Kedua kasus tersebut ditemukan pada warga yang memiliki riwayat bekerja di wilayah endemis malaria di Papua. Setelah mendapatkan penanganan medis, kedua pasien kini telah dinyatakan sembuh.
Epideminologi Penyakit Menular Zoonosis Malaria, Dinkes Gunungkidul, Saifulloh El Faruq, mengatakan bahwa dua kasus tersebut merupakan malaria relaps atau kekambuhan akibat infeksi Plasmodium vivax.
Kasus pertama dialami oleh warga Kapanewon Semin yang memiliki riwayat bekerja di Papua Barat, dan pernah terjangkit malaria pada 2025 ketika berada di wilayah tersebut.
Pada 10 April 2026, setelah kembali ke Gunungkidul, yang bersangkutan mengeluhkan demam, menggigil, dan pusing kemudian memeriksakan diri ke. Hasil pemeriksaan sediaan darah dan rapid diagnostic test (RDT) di puskesmas menunjukkan hasil positif malaria. Setelah menjalani pengobatan dan pemantauan, kondisi pasien berangsur membaik hingga dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas.
Kasus kedua dialami oleh warga Kapanewon Ngawen. Yang bersangkutan sebelumnya bekerja di Papua dan juga pernah mengalami malaria pada Januari 2026 saat masih berada di wilayah tersebut.
Pada 4 Juli 2026, saat kembali ke Gunungkidul mengalami gejala demam, menggigil, dan pusing ketika berada di Gunungkidul. Ia kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit mendapatkan pengobatan antimalaria.
“Ada dua dan sudah sembuh,” ucapnya.
Pada saat itu, Dinkes Gunungkidul terus melakukan pemantauan terhadap kedua pasien selama menjalani pengobatan. Keduanya mendapatkan terapi untuk malaria jenis Plasmodium vivax dengan durasi pengobatan selama 14 hari. Pemantauan dilakukan ketika pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga setelah kembali ke rumah.
Langkah tersebut bertujuan memastikan pengobatan berjalan sesuai ketentuan dan kondisi pasien terus membaik.
Selain memantau pengobatan, petugas puskesmas juga melakukan penyelidikan epidemiologi sebagai respons terhadap temuan kasus. Pemeriksaan dilakukan terhadap keluarga dan kontak erat pasien, survei vektor malaria di lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya, serta edukasi mengenai penyakit malaria kepada keluarga pasien.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, berdasarkan catatan Dinkes Gunungkidul, jumlah kasus malaria dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada 2023 ditemukan empat kasus, kemudian tidak ada kasus pada 2024. Pada 2025, jumlah kasus kembali tercatat sebanyak empat kasus, sedangkan pada 2026 hingga saat ini ditemukan dua kasus.
Untuk mengantisipasi potensi masuknya malaria dari luar daerah, Dinkes Gunungkidul sejak 2024 juga rutin melaksanakan surveilans migrasi malaria. Kegiatan ini terutama menyasar kelompok berisiko yang berasal dari atau memiliki riwayat perjalanan ke wilayah endemis malaria.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Wanda Abrar mengatakan sejumlah kelompok yang menjadi sasaran kegiatan surveilans antara lain mahasiswa UNY di Semanu, anggota TNI Kodim 0730, warga binaan lapas, santri pondok pesantren, serta komunitas nelayan.
Pelaksanaan surveilans meliputi pemberian edukasi mengenai malaria dan pemeriksaan terhadap kelompok berisiko. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus sedini mungkin sekaligus mencegah potensi penularan di lingkungan masyarakat.
“Kegiaten pencegahan dan skrining dilakukan agar kasus malaria dapat segera terdeteksi dan ditangani, khususnya pada warga yang memiliki riwayat perjalanan atau aktivitas di daerah endemis,” kata dr. Wanda Abrar.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Uncategorized4 minggu yang laluUsai Dua Periode Kepemimpinan Sariyanto, Kini Direktur Bumkal Maju Mandiri Bejiharjo Berganti
