Connect with us

Uncategorized

Serangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com) – Serangan binatang liar terhadap hewan ternak kembali meresahkan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah kambing dilaporkan mati dengan kondisi tubuh mengalami luka gigitan, cabikan, hingga tidak utuh. Masyarakat yang memelihara ternak di ladang maupun kawasan perbukitan pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan kandang.

Salah satu wilayah belakangan banyak ditemukan kejadian ternak kambing mati mengenaskan adalah Kapanewon Saptosari.

Panewu Saptosari, Eka Prayitno, mengatakan pada 8 Oktober lalu terdapat sekitar tiga ekor kambing yang dilaporkan mati dengan kondisi tubuh mengalami luka di Kalurahan Jetis. Kejadian serupa kembali ditemukan pekan lalu di Kalurahan Kanigoro, bahkan berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.

“Belakangan ini memang banyak kejadian kambing mati dengan kondisi ada cabikan, gigitan, dan tubuhnya sudah tidak utuh lagi,” ungkapnya.

Adanya kejadian yang terus berulang, masyarakat yang memelihara ternak di ladang diminta lebih memperhatikan keamanan hewan peliharaannya. Apabila memungkinkan, kambing maupun sapi agar dipindahkan ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah warga. Sehingga pemantauannya dapat lebih mudah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko serangan, mengingat ternak yang berada di kawasan perbukitan dan lahan pertanian relatif jauh dari jangkauan pengawasan pemiliknya.

Berita Lainnya  Kapolres Gunungkidul Tekankan Rasa Aman dan Kepastian Hukum Melalui Program Ngopeni

Sementara itu, Pamong Kalurahan Kanigoro, Sugiyanto mengatakan belakangan memang ada beberapa laporan dari warga bahwa ada sekitar 7 kambing ditemukan mati secara berturut-turut. Kondisi luka yang ditemukan pada kambing-kambing tersebut mayoritas memiliki kemiripan.

“Laporan yang kami terima beberapa hari ini ada 7 kambing yang mati berturut-turut dengan luka yang hampir sama. Adanya kejadian ini kemudian kami komunikasikan dengan kapanewon, Puskeswan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk meminta arahan serta mengimbau masyarakat agar memperkuat antisipasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan nerdasarkan catatan kejadian, serangan binatang liar terhadap ternak di Gunungkidul telah dilaporkan sejak 2017 dan berulang hampir setiap tahun. Fenomena ini umumnya muncul ketika musi kemarau dimana sumber mata air, terutama telaga, mengalami penurunan debit air.

Berita Lainnya  Proyek Kawasan Perkantoran Siraman Dilanjutkan, Gedung Dinkes Akan Dibangun Tahun Ini dengan Anggaran Rp 7,4 Miliar

Untuk mengantisipasi serangan, masyarakat diminta memprioritaskan keamanan ternak dengan membawa pulang hewan yang selama ini dikandangkan di ladang atau kawasan perbukitan. Jika belum memungkinkan, pemilik ternak diharapkan meningkatkan pengawasan, termasuk melakukan ronda atau penjagaan pada malam hari.

“Memang sering terjadi, untuk itu kami berikan imbauan-imbauan ke masyarakat agar dapat diantisipasi agar masyarakat tidak mengalami kerugian,” ucap dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengamanan kandang perlu diperkuat dengan meninggikan pagar, memperkokoh dinding, serta memastikan bagian bawah kandang tidak mudah digali atau ditembus binatang liar. Pemasangan lampu penerangan di sekitar kandang turut disarankan untuk membantu meningkatkan keamanan.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai pola dan waktu kemunculan serangan juga perlu ditingkatkan agar warga dapat melakukan langkah pencegahan lebih awal.

Berita Lainnya  Dugaan Keracunan di MTSN 4 Wonosari, Begini Kata Kepala Sekolah dan Wali Murid

Koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pertanian dan Pangan melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Balai Penyuluh Pertanian, pemerintah kapanewon, kepolisian, TNI, hingga pemerintah kalurahan juga diperlukan untuk mengantisipasi dan menangani kejadian tersebut.

“Apabila ada temuan kejadian sepertinini kami minta egera melaporkannya kepada petugas terdekat, baik melalui UPT Puskeswan maupun layanan hotline aplikasi LaporDok. Pelaporan diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus mendukung pemantauan kejadian di wilayah terdampak dan antisipasi lanjutan,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler