Connect with us

Sosial

Musim Ungkrung, Hutan-hutan Jati Setiap Hari Kini Ramai Dijubeli Warga

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak beberapa waktu terakhir, sejumlah kawasan, khususnya di hutan jati setiap sorenya ramai oleh warga masyarakat. Warga yang tak sedikit pula berasal dari lokasi yang cukup jauh tersebut sibuk berburu ungkrung atau ulat jati. Rasa yang gurih serta harga keekonomian yang cukup mahal membuat banyak warga yang bahkan rela meninggalkan pekerjaan demi untuk berburu ungkrung jati.

Mereka rela menghabiskan waktu seharian agar dapat mengantongi ungkrung sebanyak-banyaknya baik nantinya untuk lauk maupun untuk dijual. Tak heran saat ini, pemandangan riuhnya sejumlah hutan jati di Kecamatan Playen atau Paliyan menjadi cukup biasa.

Dengan tekun, warga mengorek dedaunan yang berada di bawah pepohonan. Atau bahkan tak sedikit pula yang nekat memanjat pohon-pohon jati yang ada. Di wilayah hutan Jati Banyusoca misalnya, sejumlah warga setiap hari berdatangan di hutan jati tersebut. Tak hanya didominasi warga setempat, banyak pula yang datang dari Kecamatan Saptosari dan bahkan dari Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Berita Lainnya  Momen Lebaran, Pengelola Parkir Janji Tak Naikkan Tarif

Seperti diungkapkan Agung, warga Desa Banaran, Kecamatan Playen. Ia mencari ungkrung jati sejak pagi hari di ladang tak jauh dari rumahnya. Biasanya, ia mulai mencari pohon jati dengan kondisi daun habis dimakan ulat (trigis). Menurutnya, di lokasi semacam inilah biasanya banyak ditemukan ungkrung ataupun ulat.

“Lumayan buat lauk. Kalau dapatnya banyak ya jadi camilan wedangan kalau ada teman yang datang,” katanya, Senin (17/12/2018).

Sebagai penikmat tahunan, dia pun rela menghabiskan waktu seharian di ladang. Sambil membawa toples, ungkrung maupun ulatnya yang sudah mudel (mau beralih dari ulat ke ungkrung) diangkutnya. Dia mencari ungkrung tidak sendirian tetapi ditemani oleh sejumlah warga tetangganya.

Berita Lainnya  Berkah Para Petani Yang Bisa Panen Hingga 4 Kali Dalam Setahun

“Kalau untuk hari hari ini banyak dapatnya. Sedang musim-musimnya,” jelasnya.

Ungkapan senada disampaikan Tedi Bayu Saputra, warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Sejak beberapa hari terakhir ia juga memilih berburu ungkrung. Masa libur sekolah saat ini membuatnya lebih leluasa untuk berburu makanan ekstrim ini.

“Ya dari pada tidak ada kegiatan, pilih pergi ke hutan jati ini untuk mencari ulat,” kata pelajar SMK tersebut.

Dalam sehari dirinya mampu memperoleh hasil buruan hampir satu kilogram. Selain untuk dikonsumsi sendiri, dirinya juga berburu untuk dijual kepada tetangga sekitar yang memesan. Harganya pun cukup tinggi. Per kilogramnya, ia bisa mengantongi Rp 80 ribu.

“Dimakan sendiri juga enak, apa lagi kalau dijual laku bisa buat tambah uang saku,” imbuh dia.

Berita Lainnya  Ikut-ikutan Trend Perang Sarung di Medsos, Puluhan Remaja Diamankan

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler