Uncategorized
Anggaran Droping Air Kian Menipis, Gunungkidul Ajukan BTT Rp 1,3 Miliar
Wonosari,(pidjar.com)– Dampak musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul masih terus dirasakan masyarakat. Anggaran droping air yang dimiliki oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kapanewon saatbini mulai menipis. Maka dari itu, BPBD Gunungkidul mulai mengusulkan pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp 1,3 miliar untuk membackup kebutuhan droping air setelah anggaran yang tersedia di sejumlah wilayah mulai menipis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan hingga Minggu (23/8/2026) sore, pihaknya telah menyalurkan 520 tangki air atau setara dengan sekitar 2.864.000 liter air kepada masyarakat terdampak kekeringan.
“Masih 280 tangki untuk Anggaran 2026. Untuk itu kami usulkan penggunaan BTT,” kata Edy.
Adapun kebutuhan anggaran yang diusulkan diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar untuk pengadaan sebanyak 5.000 tangki air. Pengajuan tersebut merupakan langkah antisipasi apabila kebutuhan air bersih meningkat maupun wilayah terdampak kekeringan meluas.
“Kemarau masih akan terjadi sampai dengan November mendatang. Sehingga kebutuhan droping air masih tinggi, sedangkan saat ini ketersediaan anggaran murni baik milik BPBD maupun Kapanewon sudah menipis,” ucapnya.
Berdasarkan rekap BPBD, distribusi air dari BPBD paling banyak dilakukan di Kapanewon Tepus dengan 192 tangki. Disusul Rongkop sebanyak 124 tangki, Panggang 56 tangki, Saptosari 44 tangki, Ngawen 32 tangki, Semin 20 tangki, Wonosari dan Girisubo masing-masing 16 tangki, serta Ponjong, Nglipar dan Purwosari masing-masing delapan, delapan dan empat tangki.
“Hari ini kita lakukan desk untuk membahas seperti apa nanti sebarannya. Semoga dapat segera di acc dan nanti droping tetap terus berjalan,” tandas dia.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, membenarkan bahwa BPBD telah melakukan konsultasi terkait pemanfaatan BTT untuk penanganan kekeringan.
Menurutnya, pengajuan tersebut masih dalam pembahasan pada Senin (24/8/2026). Pemerintah daerah berharap proses pembahasan dapat segera diselesaikan sehingga anggaran dapat digunakan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Siang ini dalam pembahasan, semoga bisa segera selesai agar bisa dipergunakan,” kata Putro.
Menurutnya besaran anggaran yang diusulkan kisaran lebih dari Rp1 miliar. Adapun total anggaran BTT Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2026 tercatat sebesar Rp8.643.246.563.
Hingga saat ini, realisasinya baru mencapai Rp459.368.000 yamg digunakan untuk sejumlah kebutuhan, antara lain bantuan terkait sapi mati, restitusi pajak, serta penanganan darurat bencana hidrometeorologi, termasuk longsor di Kapanewon Ponjong.
“Masih terdapat sekitar Rp8,184 miliar anggaran BTT yang belum terealisasi sehingga masih sangat bisa untuk penanganan kekeringan,” jelas Sapto Putro.
Sementara itu, Panewu Purwosari, Subiyantoro, mengatakan anggaran droping air yang dimiliki kapanewon diperkirakan habis pada Agustus ini. Saat ini, droping air di Purwosari menyasar dua kalurahan, yakni Giripuro dan Giricahyo, yang mencakup 12 padukuhan.
“Anggaran untuk droping Kapanewon Purwosari diperkirakan habis di Agustus ini,” ujarnya.
Meski dampak kekeringan di wilayahnya sejauh ini belum meluas, Subiyantoro memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung lebih panjang sehingga kebutuhan droping air tetap diperlukan.
Pihak Kapanewon Purwosari akan melakukan koordinasi dengan BPBD Gunungkidul untuk memenuhi kebutuhan air setelah anggaran kapanewon habis. Namun, hingga kini pihaknya belum dapat menghitung secara pasti kebutuhan mulai awal September hingga berakhirnya musim kemarau.
Sebagai gambaran, apabila pola distribusi saat ini terus berlangsung, kebutuhan air di wilayah tersebut diperkirakan mencapai enam tangki per hari.
“Ini yang belum bisa kita hitung. Gampangnya seperti droping kapanewon, estimasi enam tangki per hari,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
