Uncategorized
Gunungkidul Dilanda Bediding, Dinkes: Belum Ada Penyakit Khusus yang Muncul
Wonosari, (pidjar.com)-Fenomena bediding atau cuaca dingin yang terjadi pada malam hari di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai memicu sejumlah keluhan kesehatan masyarakat. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan belum menemukan penyakit khusus yang muncul secara masif akibat kondisi tersebut.
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan keluhan kesehatan yang ditemukan masih tergolong penyakit yang lazim muncul saat perubahan musim maupun cuaca dingin. Salah satunya adalah gangguan persendian yang banyak dikeluhkan masyarakat.
“Kebanyakan yang ditemukan itu persendian, atau namanya asam uratnya kambuh lah,” kata Ismono, Senin (24/8/2026).
Selain keluhan persendian, Dinkes juga menemukan banyak pasien yang mengeluhkan batuk, pilek, hingga gangguan pernapasan. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan perubahan cuaca dan masa pancaroba.
“Ini juga perubahan pancaroba, biasanya batuk pilek dan gangguan pernapasan, rata-rata seperti itu,” ujarnya.
Meski sejumlah keluhan kesehatan muncul, Ismono menegaskan belum ada penyakit tertentu yang ditemukan dalam jumlah besar akibat musim kemarau ekstrem dan fenomena bediding.
“Memang itu penyakit rutin aja biasa seperti itu kalau musim-musim seperti ini,” jelasnya.
Menurut Ismono, keluhan persendian yang muncul lebih banyak dialami masyarakat berusia di atas 60 tahun. Namun, pihaknya belum memperoleh laporan secara terperinci mengenai kenaikan jumlah kasus tersebut.
Sementara itu, gangguan pernapasan dan influenza dapat menyerang masyarakat dari berbagai kelompok usia. Kondisi cuaca dingin juga perlu diwaspadai oleh warga yang memiliki riwayat asma karena berpotensi memicu kekambuhan.
“Kalau untuk gangguan pernapasan dan influenza menyerang di segala umur,” katanya.
Ismono mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika mulai merasa tidak enak badan. Warga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan yang mengganggu.
Langkah tersebut dinilai penting agar gangguan kesehatan yang dialami tidak berkembang menjadi lebih parah.
Di sisi lain, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan obat di fasilitas kesehatan. Dinkes Gunungkidul memastikan stok obat untuk pelayanan kesehatan dasar masih dalam kondisi aman.
“Untuk obat-obatan masih ter-cover, stok untuk obat pelayanan kesehatan dasar insyaallah ini masih aman,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
