Politik
Berikut Hasil Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Wonosari,(pidjar.com)– Sesuai dengan jadwal, Senin, 22 September 2024 pagi KPU Gunungkidul melakukan pengundian nomor urut untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul di Kantor KPU. Prosesi pengambilan nomor urut sendiri cukup ramai dengan jargon-jargon yang diserukan oleh masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.
Pantauan di lokasi, pagi tadi acara dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Tetapi pasangan Sutrisna Wibawa-Sumanto datang pukul 09.04 WIB, keduanya kompak datang menggunakan baju putih. Tiga menit kemudian disusul Sunaryanta-Mahmud Ardi Widianta datang sekitar pukul 09.07 WIB. Keduanya kompak menggunakan baju kotak-kotak.
Baru kemudian selang tiga menit kembali yang datang terakhir adalah pasangan Endah Subekti Kuntaringsih-Joko Parwoto datang sekitar pukul 09.10 WIB. Paslon ini kompak menggunakan pakaian tradisional Kebaya dan Surjan dengan team yang menggunakan baju putih.
Pengambilan nomor sendiri dilakukan dengan sejumlah tahapan. Adapun tahapan yang dilakukan pasangan calon di wakili calon wakil bupati mengambil nomor undian untuk menentukan pengambilan nomor urut. Baru kemudian calon bupati didamping calon wakil bupati menggambil nomor urut yang telah diacak oleh pohak KPU.
Adapun hasilnya yaitu nomor urut 1 adalah pasangan Endah Subekti Kuntaringsih dan Joko Parwoto. Nomor urut 2 pasangan Sutrisna Wibawa-Sumanto. Pasangan nomor urut ke 3 Sunaryanta – Mahmud Ardi Widianta. Usai pengambilan nomor urut ini, masing-masing paslon diberikan waktu untuk berpidato tentang visi dan misi mereka maju pada Pilkasa Gunungkidul 2024.
“Selain pengundian nomor urut, hari ini kami juga melakukan deklarasi kampanye damai mengingat tanggal 25 (September) sudah mulai kampanye,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam peraturan mengenai Pilkada dan kampanye ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilu 2024 lalu. Adapun untuk zonasi kampanye ada sedikit perubahan dibandingkan kampanye pemilu 2024 lalu. Misalnya zona di dalam ring road sebelumnya dilarang, dalam kampanye pilkada 2024 diperbolehkan.
“Area larangan (kampanye) ditambahi klausul Meski di wilayah zona larangan kampanye tetapi ada kantor partai dan rumah pemenangan diperbolehkan digunakan untuk kampanye,” tandasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
