Connect with us

Peristiwa

Di Tengah Deru Ombak Penggeseran Idiologi, Pancasila Utuh Untuk Menyatukan Bangsa

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tanggal 1 Juni merupakan hari lahirnya dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Banyak makna yang terkandung dalam Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun bertindak. Pancasila merupakan suatu berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia.

Sebagai nasionalis sejati, Suharno SE khusus menggelar acara sarasehan santai dan buka puasa bersama kader untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Suharno memaparkan arti penting Pancasila bagi negara kesatuan Republik Indonesia.

Dihadapan ratusan kader hingga para atlet Tarung Drajat, politisi Partai Nasdem ini mengisahkan kehebatan Pancasila. Diawali dengan sapa Salam Pancasila  Suharno menceritakan betapa pentingnya arti Pancasila bagi bangsa.

Berita Lainnya  Kecamatan Ngawen Terdampak Bencana Angin Paling Parah, Puluhan Rumah Rusak dan Ternak Mati

Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945.

“Sudah 74 tahun, Pancasila menjadi bintang pemandu bangsa Indonesia yang sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya dan sudah menjadi rumah bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila telah berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi pondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” jelas Suharno.

Dimata Suharno, Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Dan Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia sekaligus sebuah ideologi tidak bersifat kaku, terbuka, serta fleksibel pada perkembangan zaman, sehingga mampu menjadikan Pancasila sebagai pondasi dasar masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan di berbagai bidang.

Berita Lainnya  Truk Tronton Blong Hantam Purwo Widodo, Sejumlah Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

“Uniknya, walaupun Pancasila bersifat terbuka bukan berarti dalam setiap perkembangannya menyebabkan asas dasar Pancasila berubah. Inilah yang dimaksud Pancasila sebagai ideologi terbuka, dimana pancasila mampu mengayomi seluruh masyarakat dari waktu kewaktu tanpa mengalami perubahan isi dan makna Pancasila sendiri,” lanjut Suharno.

Sementara itu dimata Rian Eko Wibowo, politikus muda hasil didikan Suharno, Pancasila memiliki arti penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya Pancasila adalah sumber hukum segala hukum. Semua hukum yang dibuat, disusun, dan diterapkan Indonesia haruslah berdasar pada nilai-nilai dasar yang terdapat pada Pancasila.

“Dan itu menjadi tujuan dan cita-cita dasar dari penegakan hukum di Indonesia ini. Atau dengan kata lain Pancasila sebagai norma dan aturan yang mendasari segala aspek kehidupan bangsa Indonesia,” papar Rian.

Rian juga memaparkan Pancasila memiiki 5 asas serta dijabarkan dalam 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaannya. Dengan Pancasila pemangku kebijakan di semua tingkatan mengatur bagaimana penerapan pengambilan keputusan, landasan pengaturan penyelenggaran negara sekaligus sumber dasar dalam penegakan hukum dan pelaksanaan pemerintahan.

Berita Lainnya  Ditabrak Mobil Pick Up, Sekeluarga Tak Sadarkan Diri

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler