fbpx
Connect with us

Peristiwa

Di Tengah Deru Ombak Penggeseran Idiologi, Pancasila Utuh Untuk Menyatukan Bangsa

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Tanggal 1 Juni merupakan hari lahirnya dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Banyak makna yang terkandung dalam Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun bertindak. Pancasila merupakan suatu berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia.

Sebagai nasionalis sejati, Suharno SE khusus menggelar acara sarasehan santai dan buka puasa bersama kader untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Suharno memaparkan arti penting Pancasila bagi negara kesatuan Republik Indonesia.

Dihadapan ratusan kader hingga para atlet Tarung Drajat, politisi Partai Nasdem ini mengisahkan kehebatan Pancasila. Diawali dengan sapa Salam Pancasila  Suharno menceritakan betapa pentingnya arti Pancasila bagi bangsa.

Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945.

“Sudah 74 tahun, Pancasila menjadi bintang pemandu bangsa Indonesia yang sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya dan sudah menjadi rumah bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila telah berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi pondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” jelas Suharno.

Dimata Suharno, Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Dan Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia sekaligus sebuah ideologi tidak bersifat kaku, terbuka, serta fleksibel pada perkembangan zaman, sehingga mampu menjadikan Pancasila sebagai pondasi dasar masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan di berbagai bidang.

“Uniknya, walaupun Pancasila bersifat terbuka bukan berarti dalam setiap perkembangannya menyebabkan asas dasar Pancasila berubah. Inilah yang dimaksud Pancasila sebagai ideologi terbuka, dimana pancasila mampu mengayomi seluruh masyarakat dari waktu kewaktu tanpa mengalami perubahan isi dan makna Pancasila sendiri,” lanjut Suharno.

Sementara itu dimata Rian Eko Wibowo, politikus muda hasil didikan Suharno, Pancasila memiliki arti penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya Pancasila adalah sumber hukum segala hukum. Semua hukum yang dibuat, disusun, dan diterapkan Indonesia haruslah berdasar pada nilai-nilai dasar yang terdapat pada Pancasila.

“Dan itu menjadi tujuan dan cita-cita dasar dari penegakan hukum di Indonesia ini. Atau dengan kata lain Pancasila sebagai norma dan aturan yang mendasari segala aspek kehidupan bangsa Indonesia,” papar Rian.

Rian juga memaparkan Pancasila memiiki 5 asas serta dijabarkan dalam 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaannya. Dengan Pancasila pemangku kebijakan di semua tingkatan mengatur bagaimana penerapan pengambilan keputusan, landasan pengaturan penyelenggaran negara sekaligus sumber dasar dalam penegakan hukum dan pelaksanaan pemerintahan.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler