Uncategorized
Gunungkidul Siapkan 1.500 Hektare Kawasan Industri untuk Kejar Investasi
Wonosari, (pidjar.com)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperluas Kawasan Peruntukan Industri (KPI) menjadi sekitar 1.500 hektare. Perluasan tersebut berada di dua kawasan, yakni Mijahan, Kapanewon Semanu dan Candirejo, Kapanewon Semin.
Perubahan luasan KPI itu menjadi salah satu materi dalam Review Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Gunungkidul. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang atau Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana Gunungkidul, Fajar Ridwan, mengatakan draf perda tersebut telah disepakati bersama DPRD.
“Kalau ditotal, maka luasan kawasan industri di Gunungkidul mencapai sekitar 1.500 hektare dan berada di Semin dan Semanu,” kata Fajar, Senin (14/9/2026).
Fajar menjelaskan perubahan paling besar terjadi pada KPI Candirejo di Kapanewon Semin. Berdasarkan perda lama, kawasan tersebut memiliki luas sekitar 700 hektare.
Dalam Review RTRW, luasan KPI Candirejo dirancang bertambah menjadi sekitar 900 hektare. Artinya, terdapat penambahan sekitar 200 hektare.
Sementara itu, KPI Mijahan di Kapanewon Semanu yang sebelumnya memiliki luas sekitar 500 hektare diperbesar menjadi sekitar 600 hektare. Dengan demikian, kawasan tersebut bertambah sekitar 100 hektare.
Jika digabung, luas KPI yang sebelumnya sekitar 1.200 hektare bertambah menjadi sekitar 1.500 hektare. Total penambahannya mencapai sekitar 300 hektare.
Fajar mengatakan perluasan KPI tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Gunungkidul membuka ruang investasi. Terlebih, investor dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) wajib menjalankan kegiatan usahanya di kawasan peruntukan industri.
“Harapannya dengan perluasan ini juga sebagai upaya menggaet perusahaan-perusahaan dengan skala besar sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Saat ini, draf Review Perda RTRW tersebut telah mendapatkan persetujuan secara materi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Draf tersebut juga telah disepakati bersama DPRD Gunungkidul.
Selanjutnya, rancangan regulasi tersebut dimintakan persetujuan kepada Pemerintah DIY sebelum diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Mudah-mudahan persetujuan dapat berjalan dengan lancar, karena secara materi sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ATR/BPN,” jelas Fajar.
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Gunawan, mendukung rencana perluasan KPI tersebut. Menurutnya, penambahan kawasan industri dapat memberikan ruang lebih besar bagi investor untuk menanamkan modal di Gunungkidul.
Dia mencontohkan keberadaan pabrik sarung tangan di KPI Semin yang dinilai ikut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami dukung penuh karena keberadaan KPI akan sangat membantu dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar. Contohnya di KPI Semin, dengan adanya pabrik sarung tangan maka ekonomi warga ikut tumbuh,” kata Gunawan.
Meski demikian, Gunawan mengingatkan Pemkab Gunungkidul agar memperhatikan kesiapan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju KPI Semin. Menurutnya, kondisi jalan di kawasan tersebut masih membutuhkan perbaikan.
“Jalannya rusak parah. Dikarenakan anggaran terbatas, maka perbaikan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Gunawan berharap perbaikan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh sehingga perluasan kawasan industri benar-benar mampu mendongkrak investasi di Gunungkidul.
“Harusnya untuk memacu investasi di KPI Candirejo, maka perbaikan dilakukan secara menyeluruh
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
