Connect with us

Uncategorized

Gunungkidul Siapkan 1.500 Hektare Kawasan Industri untuk Kejar Investasi

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperluas Kawasan Peruntukan Industri (KPI) menjadi sekitar 1.500 hektare. Perluasan tersebut berada di dua kawasan, yakni Mijahan, Kapanewon Semanu dan Candirejo, Kapanewon Semin.

Perubahan luasan KPI itu menjadi salah satu materi dalam Review Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Gunungkidul. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang atau Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana Gunungkidul, Fajar Ridwan, mengatakan draf perda tersebut telah disepakati bersama DPRD.

“Kalau ditotal, maka luasan kawasan industri di Gunungkidul mencapai sekitar 1.500 hektare dan berada di Semin dan Semanu,” kata Fajar, Senin (14/9/2026).

Fajar menjelaskan perubahan paling besar terjadi pada KPI Candirejo di Kapanewon Semin. Berdasarkan perda lama, kawasan tersebut memiliki luas sekitar 700 hektare.

Berita Lainnya  Jumlah Pelanggar Lalulintas Turun 52 Persen, Namun Akibat Kecelakaan Terdapat 71 Jiwa Melayang

Dalam Review RTRW, luasan KPI Candirejo dirancang bertambah menjadi sekitar 900 hektare. Artinya, terdapat penambahan sekitar 200 hektare.

Sementara itu, KPI Mijahan di Kapanewon Semanu yang sebelumnya memiliki luas sekitar 500 hektare diperbesar menjadi sekitar 600 hektare. Dengan demikian, kawasan tersebut bertambah sekitar 100 hektare.

Jika digabung, luas KPI yang sebelumnya sekitar 1.200 hektare bertambah menjadi sekitar 1.500 hektare. Total penambahannya mencapai sekitar 300 hektare.

Fajar mengatakan perluasan KPI tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Gunungkidul membuka ruang investasi. Terlebih, investor dengan status Penanaman Modal Asing (PMA) wajib menjalankan kegiatan usahanya di kawasan peruntukan industri.

“Harapannya dengan perluasan ini juga sebagai upaya menggaet perusahaan-perusahaan dengan skala besar sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Saat ini, draf Review Perda RTRW tersebut telah mendapatkan persetujuan secara materi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Draf tersebut juga telah disepakati bersama DPRD Gunungkidul.

Berita Lainnya  Terseret Ombak Saat Hendak Foto di Pantai Jungwok, Satu Wisatawan Asal Surakarta Meninggal 

Selanjutnya, rancangan regulasi tersebut dimintakan persetujuan kepada Pemerintah DIY sebelum diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Mudah-mudahan persetujuan dapat berjalan dengan lancar, karena secara materi sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ATR/BPN,” jelas Fajar.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Gunawan, mendukung rencana perluasan KPI tersebut. Menurutnya, penambahan kawasan industri dapat memberikan ruang lebih besar bagi investor untuk menanamkan modal di Gunungkidul.

Dia mencontohkan keberadaan pabrik sarung tangan di KPI Semin yang dinilai ikut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami dukung penuh karena keberadaan KPI akan sangat membantu dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar. Contohnya di KPI Semin, dengan adanya pabrik sarung tangan maka ekonomi warga ikut tumbuh,” kata Gunawan.

Meski demikian, Gunawan mengingatkan Pemkab Gunungkidul agar memperhatikan kesiapan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju KPI Semin. Menurutnya, kondisi jalan di kawasan tersebut masih membutuhkan perbaikan.

Berita Lainnya  Delapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN

“Jalannya rusak parah. Dikarenakan anggaran terbatas, maka perbaikan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Gunawan berharap perbaikan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh sehingga perluasan kawasan industri benar-benar mampu mendongkrak investasi di Gunungkidul.

“Harusnya untuk memacu investasi di KPI Candirejo, maka perbaikan dilakukan secara menyeluruh

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler