Uncategorized
Hadapi Krisis Air, SPSI Gunungkidul Bantu 64 Ribu Liter Air Bersih Untuk Warga Semin
Semin, (pidjar.com)- DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Kali ini, bantuan menyasar warga Padukuhan Sumberan, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Sabtu (8/8/2026).
Sebanyak 8 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter disalurkan kepada warga. Distribusi air dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ketua DPC SPSI Gunungkidul Budiono mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian para pekerja terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
“Kami melihat langsung beberapa anggota Serikat Pekerja di wilayah Semin harus berjuang memenuhi kebutuhan karena debit air mulai berkurang,” kata Budiono.
Dia mengatakan Semin dipilih sebagai lokasi penyaluran karena wilayah tersebut telah mengalami persoalan ketersediaan air bersih selama sekitar dua tahun terakhir. Kondisi tersebut semakin terasa ketika memasuki musim kemarau.

“Di Semin ini memang kekurangan air bersih, terutama saat musim kemarau. Karena itu kami berupaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara para pekerja, direksi perusahaan, serta pemerintah daerah. Penyaluran air juga menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-88.
Budiono berharap bantuan air bersih tersebut dapat meringankan beban warga, khususnya masyarakat yang sumber airnya mulai mengalami penurunan debit.
Salah seorang warga Sumberan, Sutinah, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat sekitar satu bulan terakhir. Selama ini warga mengandalkan sumber air dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Namun, debit air dari Pamsimas secara bertahap terus menurun sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan seluruh warga.
“Sudah sekitar sebulan ini mulai terasa kekurangan air. Debit Pamsimas juga semakin berkurang sehingga tidak mencukupi kebutuhan,” kata Sutinah.
Hal serupa disampaikan Dukuh Sumberan, Odi Fanjihat. Dia mengatakan masyarakat setempat juga mengandalkan sumur bor yang dikelola untuk memenuhi kebutuhan air antar-RT.
Namun, saat musim kemarau, distribusi air kerap mengalami keterlambatan karena debit sumber air menurun.
“Jadi untuk pemanfaatannya kita bergilir. Misalnya pagi kita distribusikan wilayah sebelah timur, kemudian sore kita distribusikan sebelah barat. Sehingga kalau dipakai semua pasti berkurang,” kata Odi.
Menurutnya, kebutuhan air bersih warga cukup besar. Rata-rata satu keluarga membutuhkan sekitar 1.500-2.000 liter air untuk kebutuhan sehari-hari.
Air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari mencuci, memasak, mandi, hingga minum.
Odi mengatakan kondisi air tanah di wilayah Sumberan sebenarnya masih cukup baik. Namun, kondisi geografis wilayah yang banyak bebatuan membuat sumber air sulit memenuhi kebutuhan warga ketika musim kemarau tiba.
“Kondisi air dalam tanah sebenarnya masih cukup baik, cuma terkendala banyak bebatuan. Jadi saat musim kemarau debit air berkurang,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
