Uncategorized
Kuota Transmigrasi DIY Hanya 3 KK, Gunungkidul Nihil Jatah Tahun Ini
Wonosari,(pidjar.com)– Minat masyarakat Gunungkidul untuk mengikuti program transmigrasi disebut masih cukup tinggi. Namun, pada tahun ini alokasi kuota transmigrasi karena kuota yang tersedia untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat terbatas. Sehingga warga Gunungkidul yang sebelumnya berminat untuk melakukan perpindahan ke luar daerah terpaksa harus diurungkan.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, Emy Nur Aini, mengatakan kuota transmigrasi yang tersedia di DIY tahun ini hanya 3 KK saja. Dengan keterbatasan tersebut, Gunungkidul tidak mendapatkan alokasi peserta transmigrasi.
“Gunungkidul tidak mendapat kuota karena kuota hanya ada tiga se-DIY,” kata Emy, Selasa (21/7/2026).
Sejak beberapa tahun terakhir, kuota transmigrasi ke luar Jawa terus mengalami penurunan. Tahun 2025 lalu, kuota untuk Gunungkidul hanya 3 KK saja. Kemudian di tahun ini tidak mendapatkan kuota transmigrasi.
Emy menyebut selama ini minat masyarakat Gunungkidul untuk mengikuti program transmigrasi sebenarnya masih cukup baik. Hal ini terbukti dari beberapa tahun lalu yang pendaftarnya selalu lebih banyak dengan kuota yang tersedia.

Program transmigrasi selama ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memperoleh kesempatan hidup dan bekerja di daerah tujuan transmigrasi.
“Sebetulnya bagus,” ujarnya.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir kuota transmigrasi memang cenderung terbatas. Kondisi ini tidak terlepas dari semakin terbatasnya ketersediaan lahan di daerah tujuan transmigrasi.
“Karena memang ketersediaan lahan yang semakin terbatas,” imbuhnya.
Emy mengatakan, Kalimantan sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang cukup banyak diminati masyarakat Gunungkidul sebagai tujuan transmigrasi. Namun, saat ini sejumlah wilayah di Kalimantan tidak lagi membuka penerimaan calon transmigran dari luar provinsi.
“Paling banyak peminatnya memang, tapi sekarang Kalimantan sudah tidak membuka catrans dari luar provinsi,” jelasnya.
Selama ini, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja juga terus melakukan komunikasi kepada keluarga yang telah mengikuti transmigrasi dari bertahun-tahun lalu. Komunikasi yang dilakukan untuk memastikan perkembangan dan kondisi mereka pasca keluar dari Gunungkidul.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
