Pariwisata
Padusan Jelang Ramadhan, Pemkab Gunungkidul Padukan Agama Dengan Adat
Wonosari,(pidjar.com)– Padusan merupakan salah satu kegiatan atau tradisi yang masih dijalankan oleh warga Gunungkidul saat mulai memasuki bulan Ramadhan. Padusan sendiri memiliki makna pembersihan atau mensucikan diri sehari sebelum Bulan Suci Ramadhan. Biasanya padusan dilakukan masyarakat di sumber-sumber air setempat.
Guna melestarikan tradisi ini, memasuki bulan Ramadhan di tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan padusan bersam kegiatan ini akan digelar di kawasan pantai, setelah beberapa tahun tak pernah ada event padusan.
Pemkab Gunungkidul bersama Bupati Gunungkidul akan menggelar padusan pada Selasa, 17 Februari 2026, di Pantai Sundak, kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus.
“Padusan merupakan tradisi yang sangat melekat bagi warga Gunungkidul. Maka dari itu, di momen menyambut bulan Ramadhan kami adakan padusan bersama, nguri-uri kabudayan yang ada dan untuk menarik wisatawan,” ucap Kepala Kundha Kabudayan Gunungkidul, Agung Danarto.
Pada pelaksanaan padusan di Pantai Sundak besok, rencananya akan melibatkan abdi dalem dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Bukan sekedar mandi di pantai, akan tetapi ada adat yang juga akan diselenggarakan oleh pemerintah.

“Jadi akan diawali dengan kenduri, dilanjutkan prosesi larungan dan siram padusan. Dari pemerintah dan abdi dalem menggunakan pakaian adat Jawa gagrak Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi,” imbuh dia.
“Ini nanti dibuka untuk umum. Jadi masyarakat boleh sekali ikut menyaksikan dan terlibat dalam kegiatan padusan,” sambungnya.
Kegiatan padusan yang diselenggarakan oleh pemerintah ini ke depannya akan dijadwalkan sebagai agenda rutin tahunan menyambut bulan puasa. Selain melestarikan budaya, pelaksanaan di kawasan wisata diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Pelestarian tradisi lokal ini diharapkan dapat memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi warga. UMKM ramai dan PAD wisata juga naik,” tandas dia.
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan, menjelang bulan puasa diprediksi kunjungan wisata akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari biasa, utamanya H-1 Ramadhan. Banyak warga yang berkunjung ke pantai untuk melakukan padusan.
Untuk itu, dari SAR mulai melakukan standby sejak Sabtu sampai dengan Selasa mendatang. Pihaknya menggerakkan 60 petugas untuk bersiaga di masing-masing titik rawan.
“Kami menghimbau agar nantinya para pengunjung lebih hati-hati dan mrmperhatikan jalur ripcurrent,” ucap Marjono.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk saat ini grafik gelombang tergolong landai yakni di bawah 10 feet, cuaca tergolong cerah dan aman.
“Mudah-mudahan landai dan aman. Yang terpenting tetap hati-hati dan mematuhi imbauan petugas SAR,” tutupnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
