Pariwisata
Berkunjung ke Wota-Wati Yang Kini Makin Cantik Berkat Pembangunan Besar-besaran
Girisubo,(pidjar.com)– Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyimpan banyak sekali keunikan dan sejarah. Salah satu yang beberapa tahun terakhir booming adalah Padukuhan Wota-Wati yang berada di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo. Padukuhan yan letaknya berada di ujung timur Bumi Handayani ini memiliki cirikhas dan karakteristik tersendiri.
Padukuhan Wota-Wati berada di lembah aliran Sungai Bengawan Solo Purba dan dikelilingi oleh perbukitan. Karena lokasinya ini menjadikan pagi di Wota-Wati datang lebih lambat dan gelap datang lebih cepat.
Fenomena demikian menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan menjadi sebuah desa wisata yang menjual kondisi alam masih asri serta pengalaman tak terlupakan.
Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah mendandani Padukuhan Wota-Wati dengan gelontoran dana keistimewaan yang cukup besar. Tak heran, padukuhan yang cukup terpencil ini benar-benar bersolek menjadi lebih cantik. Bangunan rumah diseragamkan dengan konsep gaya kolosal masa Majapahit atau Mataram. Pun demikian dengan infrastruktur yang dibangun dengan konsep yang berbeda dibandingkan dengan pengerasan pada umumnya.
Jika bosan dengan suasana kota yang penuh dengan kesibukan, Padukuhan Wota-Wati bisa menjadi alternatif untuk ngabuburit serta healing terbaik bagi kalian. Sekaligus juga di sini bisa belajar tentang sejarah serta kehidupan sederhana masyarakat pedesaan yang masih menyatu dengan alam.

Salah seorang wisatawan asal Maguwoharjo, Sleman, Yevia Okta mengatakan, ia bersama dengan suaminya sering melihat video tentang Padukuhan Wota-Wati yang bersliweran di media sosial maupun maupun televisi. Penasaran dengan kondisi sesungguhnya perkampungan ini, ia kemudian menyempatkan diri untuk mengunjungi dan melihat secara langsung kondisi Wota-Wati.
Terlebih, padukuhan ini memiliki branding sinar matahari datang lebih lambat dan malam datang lebih cepat.
“Kebetulan memang suka eksplore daerah-daerah yang unik gitu. Mumpung ada waktu sekalian lah ngisi waktu puasa, ternyata indah banget meski berada di dalam perkampungan yang jauh dari kota,” kata Yevia.
Menurutnya, Wota-wati hampir mirip dengan sebuah desa di Pulau Bali yakni Panglipuran namun memiliki konsep penataan dan adat tradisi yang berbeda. Wota-wati menggambarkan Daerah Istimewa Yogyakarta yang kuat dan asri.
“Luar biasa indah sekali. Pokoknya wajib sih berkunjung ke sini,”imbuh dia.
Untuk sampai di Wota-wati membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam dari pusat kota Wonosari. Dari Alun-alun Wonosari arahkan kendaraan ke timur yakni ke Jalan Bedoyo-Pracimantoro. Sesampainya di simpang 3 Bedoyo, ambil ke arah kanan menuju Rongkop.
Ikuti jalan utama Rongkop sampai tembus di JJLS Rongkop-Girisubo. Tenang, meski lelah diperjalanan akan tetap dimanjakan dengan keindahan perbukitan karst Gunungkidul. Sampai di SD Wota-Wati, Pucung ambil ke kiri mengikuti aspal yang tidak terlalu besar.
Ruas jalan ini sebagian permukiman warga, tak jauh dari situ ada sebuah gang kecil jalannya setapak. Ikuti saja jalan tersebut, tidak terlalu bagus memang dan sekelilingnya lahan pertanian. Setelah beberapa km melewati jalur tersebut, akan bertemu dengan sebuah gapura selamat datang di Padukuhan Wota-Wati.
Hati-hati dan pastikan kendaraan dalam kondisi tidak trobel. Pasalnya untuk masuk ke Padukuhan ini ada sebuah turunan yang agak curam, mengingat padukuhan ini berada di sebuah lembah. Dari atas jalan, pemandangan menakjupkan sudah dapat dilihat mulai dari perbukitan yang menjulang gagah, serta rumah-rumah warga yang nampak estetik dan rapi.
Padukuhan Wota-wati memang tengah menjadi fokus pembangunan dan pengembangan dari pemerintah DIY. Selain gelontoran anggaran untuk infrastruktur dan kemajuan sumber daya manusianya. Pemerintah terus memberikan berbagai bantuan agar padukuhan ini semakin maju dan menuju kemandirian ekonomi.
Lurah Pucung, Estu Dwiyono, mengatakan pihaknya bersama pemerintah kabupaten dan DIY berkomitmen penuh dalam mengembangkan Padukuhan Wota-wati untuk dapat dikenal secara nasional hingga internasional. Selain program pembangunan yang unik dan branding yang sudah ada, pemerintah juga terus memberikan berbagai bantuan.
Seperti misalnya belum lama ini pihaknya menerima bantuan berupa bibit kepala unggulan yakni Kelapa Genjah Pandan Wangi bantuan dari DPKP DIY dialokasikan untuk area pemukiman warga dan Kelapa Genjah Enthog bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul yang ditanam di lahan pertanian sepanjang aliran Bengawan Solo Purba.
Dengan penanaman pohon kelapa ini ke depannya diharapkan mampu mencukupi kebutuhan di wilayah tersebut. Sebab pasca booming Padukuhan Wota-wati kunjungan wisatawan ke kawasan Bengawan Solo Purba mengalami peningkatan.
“Selama ini, kebutuhan kelapa muda untuk wisatawan masih harus didatangkan dari luar daerah. Kami berharap dengan adanya pohon kelapa di setiap rumah warga, kita bisa menyajikan hasil bumi sendiri kepada wisatawan tanpa harus membeli dari luar,” ujar Estu.
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal1 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 hari yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized1 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Uncategorized3 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Peristiwa7 hari yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
