Peristiwa
Pergi Sejak Subuh, Lansia Ditemukan Tenggelam di Saluran Air
Nglipar,(pidjar.com)–Suasana duka menyelimuti keluarga Atmo Suwito (80) warga Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Petani lanjut usia itu ditemukan meninggal dunia di kawasan Alas Pace, Padukuhan Karangsari, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar pada Rabu (24/6/2026) pagi. Korban sendiri diketahui pergi sejak subuh sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa pada pagi harinya di saluran air
Kapolsek Nglipar AKP Aris Sugiyanto menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi Emi sekitar pukul 08.30 WIB yang tengah beraktifitas di ladang. Dari kejauhan, saksi melihat semacam gundukan di selokan. Awalnya saksi mengira bahwa gundulan tersebut merupakan sampah. Lantaran curiga, ia pun berusaha mendekat. Kagetlah Erni setelah mendapati apa yang dilihatnya merupakan tubuh manusia yang telah tak bernyawa. Tubuh laki-laki tua itu dalam posisi miring agak telungkup di genangan air.
“Saksi melihat korban sudah tidak bergerak dan sebagian tubuhnya terendam air di bawah jembatan bambu. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nglipar,” terang AKP Aris.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian melakukan evakuasi korban dari selokan. Pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Nglipar I memastikan korban sudah meninggal dunia.
Menurut Kapolsek, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ditemukan luka lecet pada bagian punggung samping pinggang serta busa pada mulut korban.

“Dugaan sementara korban terjatuh ke dalam saluran air dan mengalami tenggelam hingga menyebabkan henti napas,” ujar AKP Aris.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui sempat meninggalkan rumah sekitar pukul 03.00 WIB tanpa pamit. Dalam beberapa waktu terakhir korban juga sering terlihat linglung dan memiliki riwayat penyakit asma yang masih rutin berobat.
“Korban merupakan lansia, faktor kondisi fisik menjadi salah satu pertimbangan dalam kejadian ini. Setelah pemeriksaan selesai, korban kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tambah Kapolsek.
Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah kemudian disucikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
