fbpx
Connect with us

Advertorial

Pesisir Barat Gunungkidul, Dulu Dilupakan Kini Jadi Primadona Pengembangan Pariwisata

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)— Gunungkidul memiliki pesona pemandangan kawasan pantai yang begitu khas. Ombak pesisir yang dipadukan dengan batu karang serta bukit kapur banyak memukau wisatawan luar daerah bahkan mancanegara. Tak heran jika saban tahunnya jutaan wisatawan berkunjung ke kawasan pantai selatan Bumi Handayani ini.

Tingkat kunjungan wisatawan yang beberapa tahun terakhir tembus hingga jutaan orang ini tentunya membuat kawasan pesisir Gunungkidul dilirik dan dibidik oleh sejumlah investor. Pemandangan yang khas hingga kawasan yang masih asli dan asri karena belum dijamah oleh orang menjadikan para pemilik modal kelas kakap ingin membangun serta mengelola usaha yang baru tentunya dengan konsep masing-masing yang menarik dan beda dari yang lainnya.

Seiring dengan moncernya wisata pantai selatan, banyak pemilik modal yang mulai menanamkan modal mereka untuk membangun sejumlah kawasan pesisir. Penasaran mana saja kawasan yang saat ini mulai dibidik oleh investor untuk mengembangkan resto, café, resort dengan konsep glamping dan lainnya ? Pidjar.com akan mengulas sedikit tentang investasi di dunia pariwisata yang mulai tumbuh di Gunungkidul.

Kapanewon Panggang dan Purwosari misalnya, dua wilayah yang berada di ujung barat Gunungkidul yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul ini dulunya sama sekali tidak dilirik seolah wilayah yang tidak memiliki potensi apapun. Namun siapa sangka berkat adanya pembangunan JJLS dan pesatnya perkembangan pariwisata di Gunungkidul, 2 wilayah yang dulunya bisa dikatakan dianggap remeh ini justru memiliki daya tarik yang begitu kuat untuk memikat para investor.

Siapa sangka Kapanewon Panggang dan Purwosari saat ini begitu hidup, perkembangan wisata di kawasan pesisir meningkat drastis, kegiatan perekonomian masyarakat pun berubah. Kawasan ini begitu hidup berkat wisata pantai di atas tebing dengan menyajikan indahnya alam pesisir selatan. Investor pun berbondong-bondong untuk menanamkan modal di kawasan tersebut.

Berita Lainnya  Pemda DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona

Sebagai contohnya saja di Kapanewon Panggang banyak yang mulai berjalan seperti adanya HeHa Ocean View, Teras Kaca, Puncak Segoro dan lain sebagainya. Belum lagi saat ini di Pantai Gesing mulai dibangun pelabuhan yang sangat besar, sekitar pantai ini pun mulai dikembangkan resto-resto kekinian.

“Siapa yang menyangka sekarang ini Kapanewon Panggang pertumbuhannya begitu pesat. Kawasan sini mulai banyak investor yang mengembangkan, belum lagi ini nanti kalau pelabuhan sudah jadi. Bahkan sebelum saya masuk sini direncanakan ada pembangunan Taman Safari di Kalurahan Girisuko, meski sampai sekarang belum ada progress lagi,” terang Panewu Panggang Widiastuti.

Kemudian di Kapanewon Purwosari pun juga tidak kalah ramainya. Investor kelas kakap seolah adu kekuatan dan adu konsep untuk membangun usahanya. Di wilayah Girijati dan sekitarnya saat ini mulai banyak dibangun resort dan fasilitas penunjang pariwisata lainnya. Terdapat hotel berbintang yaitu Queen Of The South, kemudian ada beberapa yang sekarang mulai muncul misalnya saja Resto Watu Paris yang menyuguhkan pemandangan dari atas tebing.

Berita Lainnya  Berkunjung ke Omah Mbesi, Homestay di Pedesaan Bersudut Artistik dengan Harga Terjangkau

Selain itu juga menyediakan penginapan dengan konsep glamping, di bawahnya juga tengah dibangun tempat wisata yang tak kalah menarik. Informasi yang ada Obelix juga akan mengembangkan sayap di wilayah ini.

Terlepas dari 2 kapanewon di wilayah barat ini, satu lagi daerah yang mulai berkembang yaitu di Kapanewon Girisubo. Dampak pembangunan JJLS begitu luar biasa, menjadi salah satu akses termudah penghubung Pacitan-Wonogiri dan Solo. Terdapat 2 kawasan pantai yang dibidik investor untuk dibangun resort dan resto.

“Dampak JJLS begitu terasa nanti jika sudah terhubung akses kemanapun akan lebih mudah dan cepat. Termasuk para wisatawan, berkaitan dengan dunia investasi ada 2 yang sudah mulai muncul yaitu kawasan Pantai Krokoh dan Jungwok. Dimana ada investor tergerak untuk mengembangkan resort dengan konsep mereka,” ucap Panewu Girisubo, Slamet Winarno.

Berita Lainnya  Acara Penggalangan Dana Bencana, Pejabat Gunungkidul Hingga Masyarakat Berbaur di Alun-Alun Pemda

Sementara itu PLT Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengungkapkan sejak beberapa tahun terakhir investasi di Gunungkidul memang mengalami peningkatan drastis. Adapun yang paling banyak memang dibidang pariwisata.

“Wisata Gunungkidul khususnya pantai memang memiliki magnet tersendiri untuk para investor ini. Utamanya mereka bergerak di sektor penginapan karena memang belum banyak penginapan yang sesuai dengan standar,” kata Irawan Jatmiko.

Nilai investasi pun juga begitu tinggi adapun tahun 2021 kemarin target yang ditentukan pun terlampaui. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun memiliki komitmen yang besar untuk mempermudah investor untuk mendapatkan layanan perizinan dan sebagainya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan potensi di Gunungkidul begitu luar biasa. Adapun untuk investasi selama ini pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak pernah tertutup akan masuknya investor untuk membantu memajukan Bumi Handayani. Sejumlah upaya pun juga dilakukan untuk menarik minat para pemilik modal ini.

“Kita buka pintu lebar untuk investasi sesuai dengan visi misi berkaitan dengan Investasi, Pariwisata, dan Ekonomi Kerakyatan,” tandasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler