fbpx
Connect with us

Pariwisata

Menilik Keindahan Pantai Kesirat, Berikan Nuansa Berbeda Tanpa Pasir dan Ombak di Depan Mata

Diterbitkan

pada

BDG

Panggang,(pidjar.com)– Pariwisata Gunungkidul, khususnya di kawasan pantai selatan telah berkembang dengan sangat pesat. Destinasi wisata alam yang sangat indah, membuat tingkat kunjungan sendiri mencapai jutaan wisatawan per tahunnya. Di kawasan pantai sendiri, mulai terjadi pergeseran trend menikmati lautan lepas dengan masuknya sejumlah investor besar.

Kawasan perbukitan dengan view laut terus dibidik oleh kalangan investor untuk dijadikan kawasan wisata buatan. Skema ini sendiri terhitung cukup berhasil lantaran destinasi-destinasi wisatawa semacam ini terus dibludaki oleh pengunjung. Namun lantaran pengelolaannya dilakukan oleh investor, tentunya untuk bisa menikmati fasilitas semacam ini tidak gratis.

Di tengah serbuan para investor, di Gunungkidul sendiri masih ada lokasi perbukitan dengan view lautan lepas yang alami. Adalah Pantai Kesirat yang terletak di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang.

Pantai Kesirat memang cukup unik dan berbeda dengan pantai-pantai yang ada di Gunungkidul. Pantai Kesirat merupakan pantai bertipe tebing karang di mana tidak ada pasir putih. Tentunya, menikmati panorama semacam ini menjanjikan sensasi tersendiri. Rerumputan yang masih subur dan bersih menambah keasrian Pantai Kesirat.

Hal yang paling menarik dari pantai yang masih alami ini, terlihat banyak monyet yang bersembunyi di balik pohon-pohon di sekitar akses jalan menuju pantai. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi aroma dan pemandangan khas lautan.

Ombak laut yang menghampiri memang tak bisa dirasakan menghempasi di kaki atau tubuh. Pengunjung hanya dapat menikmati suara deburan ombak dan kemudian terpecah oleh karang. Pantai ini menjadi salah satu pantai idola untuk bercamping. Pasalnya dataran tebing yang tak bergelombang dan hijau menggugah minat pengunjung untuk berlama-lama di obyek wisata ini.

Ada banyak spot dan kegiatan yang bisa dilakukan di pantai Kesirat. Mulai dari camping, menikmati indahnya mata hari tenggelam, bermain dengan alam, memancing, hingga pada malam harinya jika cuaca mendukung bisa menikmati gelapnya langit yang dihiasi dengan bintang-bintang yang indah. Tempat ini memang menjadi favorit anak muda untuk menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya.

Yang paling menarik dan menjadi ikon Pantai Kesirat sendiri adalah adanya satu pohon yang disebut dengan pohon abadi. Di mana pohon tersebut selalu menjadi sasaran foto para wisatawan. Menikmati pantai Kesirat ini memang paling asik di sore hari. Di mana dari pantai tersebut dapat melihat matahari tenggelam yang sangat indah.

Salah seorang pengunjung Pantai Kesirat, Agus Indratmoko mengungkapkan, sensasi berkunjung ke Pantai Kesirat sendiri memang sangat khas dan berbeda. Ia sendiri menikmati perjalan mendaki bukit yang memberikan pengalaman indah baginya.

Eka juga mengungkapkan bahwa jauhnya perjalanan terbayarkan dengan keindahan yang didapat di Pantai tersebut. Tertambah dengan suasana yang begitu asri dan tenang dengan suara deburan ombak yang sangat menenangkan.

“Yang jelas nggak berisik, kita bisa healing sehealingnya di pantai ini. Duduk-duduk sambil menikmati keindahan alam dan sesekali merenung menjadi sensasi tersendiri,” papar dia.

“Sangat terbayarkan sekali lelahnya, pemandangannya bagus sekali. Apalagi kalau ke sini sore hari, bisa lihat sunset,” imbuhnya.

Untuk bisa masuk ke kawasan Pantai Kesirat sendiri juga sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar biaya parkir yang berkisar di antara 2.000 hingga 5.000 rupiah saja.

Ya kalau ingin menyepi dan menikmati laut dari atas dengan sensasi alami, ya di sini tempatnya,” tutur dia.

Bagi para penghobi mancing dengan spot menantang, Pantai Kesirat juga sering digunakan untuk memancing. Pasalnya jenis ikan di pantai ini cukup bervariasi, mulai dari ikan kecil-kecil hingga ukuran ikan besar. Spot yang banyak dan sulit selalu menantang para penghobi untuk menaklukkan pantai kesirat.

Untuk menuju pantai ini dari pusat kota Wonosari membutuhkan waktu 1 jam hingga 1.5 jam lamanya. Berjalan menuju arah barat, atau sebenarnya bisa melewati jalur selatan parangtritis dan imogiri. Sampai di Desa Girikarto, petunjuk jalan pun sudah terpasang. Tak perlu khawatir jika jalannya terjal, karena akses jalan sudah cukup mulus dan mudah.

Jalannya sendiri sudah mulai bagus, untuk sampai di pinggir tebing pengunjung memang harus berjalan kaki sekitar 200 meter. Suara burung bersaut-sautan dari kejauhan seolah menemanimu saat berjalan. Jalannya setapak cor, kemudian di sisi jalan itu juga berdiri bangunan rumah-rumahan dari anyaman bambu yang semakin menambah unik dan cocok untuk berfoto.

“Sudah beberapa kali kesini, ndak bosan karena memang pantainya bagus,” ujar dia

Meski perjalanan melelahkan tapi pengujung dijamin terhibur dan rasa lelah yang ada seketika lenyap. Terlebih saat sudah mendekati pantai ini, suara deburan ombak semakin membuat tenang. Fasilitas di pantai ini sudah cukup lengkap mulai dari toilet warung dan beberapa lainnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler