Uncategorized
Ratusan Kasus Demam Berdarah di Gunungkidul Sepanjang 2026
Wonosari,(pidjar)– Kasus Infeksi Dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul tercatat mencapai 209 kasus sepanjang Januari hingga Juli 2026. Meski belum ditemukan kasus kematian dan tren kasus cenderung menurun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan antisipasi.
Programmer Penyakit Menular Zoonosis Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Eko Mujiarto, mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun hingga Juli 2026 tercatat kasus DBD ada sebanyak 209. Kasus tertinggi terjadi pada Januari dengan 63 kasus. Selanjutnya terdapat 32 kasus pada Februari, 19 kasus pada Maret, 30 kasus pada April, 25 kasus pada Mei, 30 kasus pada Juni, dan 10 kasus pada Juli.
“Selama Januari sampai Juli 2026 tercatat 209 kasus DBD, sedangkan data Agustus masih kami lakukan update. Untuk angka kematian sampai saat ini tidak ada,” jelas Eko.
Eko menyebut mayoritas penderita merupakan anak-anak, meski demikian kasus DBD juga ditemukan pada kelompok usia dewasa.
Sebaran kasus DBD hampir terjadi di seluruh wilayah Gunungkidul, namun terdapat beberapa kapanewon yang cukup dominan diantaranya Kapanewon Wonosari, Paliyan, dan Saptosari.

Menurutnya kondisi tersebut salah satunya berkaitan dengan keberadaan vektor dengue yang memang telah terdapat di wilayah tersebut.
Keberadaan nyamuk pembawa virus dengue menjadi salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya penularan ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangbiakannya.
“Hampir di seluruh Gunungkidul sebarannya namun paling banyak memang di beberapa kapanewon tersebut,” jelas dia.
Untuk menekan potensi penyebaran, Dinkes Gunungkidul telah melakukan berbagai upaya pengendalian. Di antaranya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pemberian larvasida pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, serta fogging atau pengasapan apabila berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi memang direkomendasikan.
Selain itu, Dinkes juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui pemasangan ovitrap atau perangkap telur nyamuk di lingkungan rumah. Sosialisasi mengenai penggunaan ovitrap telah dilakukan di seluruh kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Ovitrap sendiri menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan Dinkes Gunungkidul dalam pengendalian vektor dengue. Dinkes juga telah melakukan penelitian terkait efektivitas ovitrap dalam menangkap telur nyamuk, salah satunya di wilayah Paliyan.
“Kalau pemasangan ovitrap bisa dilakukan secara luas oleh masyarakat, setiap rumah memasang, ini bisa menjadi salah satu bentuk pengendalian vektor yang efektif, murah, dan mudah diterapkan,” terang Eko.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan, meski saat ini Gunungkidul tengah memasuki musim kemarau, potensi munculnya kasus DBD tetap ada. Berdasarkan data sementara, tren kasus saat ini juga belum menunjukkan adanya peningkatan signifikan.
“Sekarang masih musim kemarau, tetapi potensi kasus DBD tetap ada. Sejauh ini ada 209 kasus dan trennya tidak ada peningkatan. Namun, nanti ketika musim penghujan, tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan,” ujarnya.
Ismono menyebutkan, jumlah kasus yang ditemukan saat ini masih relatif rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 369 kasus DBD di Gunungkidul.
Dinas meminta masyakat untuk tidak lengah meskipun kasus saat ini cenderung menurun. Kebersihan lingkungan serta upaya mencegah munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk dinilai menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan.
“Kami berupaya terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
