Uncategorized
Alam Mengubah Pantai Baron, Pemkab Target Kembalikan Masa Jaya
Wonosari, (pidjar.com)–Alam mengubah wajah Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Perubahan bentang alam akibat gelombang tinggi itu justru dilihat pemerintah daerah sebagai peluang untuk mengembangkan sekaligus mempromosikan destinasi wisata tersebut.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, perubahan terjadi pada aliran sungai yang bermuara di kawasan Pantai Baron. Jika sebelumnya aliran sungai membujur dari barat ke timur dan memisahkan kawasan pantai, kini alirannya langsung mengarah ke laut.
“Gelombang tinggi beberapa waktu yang lalu mengubah penampakan bentang, yang dulu aliran sungai membujur dari barat ke timur sekarang langsung ke arah laut,” kata Eko, Rabu (26/8/2026).
Perubahan tersebut membuat pulau pasir yang sebelumnya terpisah oleh aliran sungai kini kembali menyatu dengan kawasan pantai. Kondisi ini membuat wisatawan lebih mudah mengakses area pasir pantai.
Wisatawan kini tidak perlu lagi menyeberang menggunakan kapal nelayan untuk menuju kawasan pantai. Mereka dapat langsung berjalan menuju hamparan pasir hingga mendekati air laut.
“Sekarang pulau pasirnya tidak ada, wisatawan bisa langsung turun ke pasir sampai mendekati air laut tanpa ada halangan sungai,” ujarnya.
Eko menyebut perubahan bentang alam tersebut tergolong langka. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat di sekitar kawasan pantai, kondisi serupa pernah terjadi sekitar 14 tahun lalu.
“Jadi rentang belasan tahun kalau informasi dari teman-teman yang ada di sana itu 14 tahun yang lalu seperti itu,” katanya.
Disparekrafpora melihat perubahan alami tersebut sebagai momentum untuk mengangkat kembali daya tarik Pantai Baron. Pemerintah daerah berencana memanfaatkan kondisi terbaru itu dalam materi promosi pariwisata Gunungkidul.
“Otomatis keindahan Pantai Baron ini berubah sejak adanya perubahan arus aliran sungai itu, ini layak dipublikasikan,” jelasnya.
Menurut Eko, perubahan tersebut dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang datang ke Pantai Baron. Terlebih, kawasan itu memiliki sejarah sebagai salah satu destinasi yang pernah menjadi favorit wisatawan keluarga.
Dia berharap perubahan bentang alam tersebut menjadi momentum kebangkitan Pantai Baron sehingga kembali menjadi salah satu destinasi wisata pilihan, khususnya bagi wisatawan keluarga.
“Justru dengan kembalinya posisi Baron, bisa jaya seperti dulu waktu menjadi idola wisatawan keluarga,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
