Pemerintahan
Terima Anggaran Rp 3 Miliar, 10 Kalurahan Bangun Gedung Koperasi Desa Merah Putih
Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM mencatat sebanyak 144 kalurahan di Gunungkidul telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dari jumlah tersebut, saat ini 10 kalurahan yang mendapatkan kucuran dana senilai Rp 3 miliar untuk pembangunan gedung dan modal awal operasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Supartono mengatakan, sampai dengan saat ini sudah ada 18 KDMP yang beroperasi dengan berbagai jenis usaha yang dijalankan. Mulai dari gerai sembako, BRI Link (transaksi perbankan), bidang perikanan, gerai pertanian dan bidang usaha lainnya.
Dari jumlah tersebut, baru 10 kalurahan yang mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan gedung sehingga dapat memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.
Puluhan kalurahan tersebut yakni Kalurahan Jatiayu, Wiladeg, Kelor, Kapanewon Karangmojo. Kemudian Kalurahan Getas dan Gading, Kapanewon Playen; Kalurahan Kenteng dan Sidorejo, Kapanewon Ponjong; Kalurahan Candirejo, Semanu; dan Kalurahan Baleharjo serta Siraman, Kapanewon Wononosari.
“Total anggaran untuk pembangunan gedung dan modal awal operasional (alat) nominalnya kami tidak tahu pastinya berapa karena itu langsung dari pemerintah pusat ke kalurahan. Tapi diberikan dalam bentuk material, sehingga dari kalurahan tinggal menerima jadi,” kata Supartono, Selasa, (10/02/2026).
Lebih lanjut Supartono mengatakan, pada jalannya KDMP di daerah, Pemkab Gunungkidul memiliki kewenangan sebagai pembina dan pengawas dari sisi kelembagaan koperasi karena badan hukumnya berada di tingkat kabupaten.
“Pembinaan agar koperasi ini berjalan sehat dan eksis tentu nantinya akan rutin dijalankan. Sehingga keberadaan KDMP ini benar-benar bermanfaat bagi warga desa,” tambah Supartono.
Sementara itu, Lurah Jatiayu, Wasito mengungkapkan, kalurahannya merupakan salah satu kalurahan yang mendapat program pembangunan KDMP di tahap awal. Sejak beberapa waktu lalu proses pembangunan sud mengatakan pembangunan gedung KDMP di Jatiayu sudah mulai berjalan.
Adapun dalam proses pembangunan gedung tersebut sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat dengan anggaran senilai Rp 3 miliar.
“Anggarannya senilai Rp 3 miliar tapi diterimakan bukan berupa uang tapi berupa material dan barang-barang penunjang operasional. Kami terima jadi,” kata Wasito.
Di Kalurahan Jatiayu sendiri pembangunan fisik sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Menurutnya, progress saat ini untuk pembangunan gedung sekitar 50 persen. Target awal selesai di akhir Januari kemudian penyelesaiannya mundur dan target pengopersionalannya sendiri di bulan Maret 2026.
Lebih lanjut ia mengatakan, lahan yang digunakan untuk pembangunan KDMP merupakan tanah kas desa dan harus benar-benar bersih, bukan merupakan lahan produktif.
“Jenis usaha yang dijalankan mengacu pada instruksi Kemenkop RI, ada 7 bidang usaha yang dijalankan oleh KDMP diantaranya Apotik Desa, gerai pupuk, gerai gas, sembako dan lain sebagainya,” jelasnya Lurah Jatiayu.
Terpisah, Carik Semanu, Suhartanto mengatakan, saat ini Kalurahan Semanu masih berproses dan menunggu kepastian pembangunan gedung KDMP. Lahan untuk gedung ini pun telah dipersiapkan yaitu berada di sisi barat kantor PDAM Cabang Semanu.
“Kalau kalurahan mengikuti dari pemerintah kapan mau dibangun oleh PT AGrinas sewaktu-waktu siap, lebih cepat lebih baik agar bisa cepata beroperasi. Untuk proses perijinan tanah juga sudah dilaksanakan sedangkan kepastian pembangunannya mengikuti Pemerintah,” jelasnya.
Adapun bidang usaha yang dijalankan KDMP Kalurahan Semanu seperti perdagangan eceran berbagai barang yang umumnya makanan, minuman tembakau di toko. Kemudian ada beberapa jenis usaha pendukung lainnya. Selain itu, juga ditambahkan bidang usaha, diantaranya untuk bidang usaha pupuk eceran dan perikanan.
“Harapan kedepan dengan adanya KDMP agar semua warga semanu bisa ikut menjadi anggota KDMP, bisa menjadi salah satu pilar pendukung ekonomi masyarakat, meningkatkan ekonomi masyrakat, memudahkan masyrakat dalam jual beli barang-barang kebutuhan,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
