Uncategorized
Teror Pembakaran di MI YAPPI Natah, 109 Siswa Terpaksa Belajar di Masjid
Nglipar, (pidjar.com)- Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah, Kapanewon Nglipar diduga menjadi sasaran aksi teror. Sejumlah ruang kelas ditemukan berceceran solar hingga ada bagian bangunan yang terbakar. Diduga, sekolah ini sengaja akan dibakar oleh pelaku yang hingga kini masih diburu oleh polisi.
Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar di MI YAPPI Natah untuk sementara dihentikan. Sebanyak 109 siswa terpaksa belajar dari rumah dan lokasi alternatif.
Peristiwa itu diketahui pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Penjaga sekolah yang datang ke lokasi mendapati kondisi sejumlah ruangan tidak seperti biasanya.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan ceceran solar di hampir seluruh enam ruang kelas. Petugas juga menemukan kertas dan jerami yang telah dilumuri bahan bakar.
Selain itu, bagian pintu di area dapur sekolah ditemukan dalam kondisi terbakar. Api bahkan sempat menjalar hingga ke bagian atap.

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Nglipar. Polisi langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Tim Inafis Polres Gunungkidul juga melakukan olah TKP. Petugas memeriksa sejumlah ruangan, mulai dari ruang kelas, kantor, dapur, hingga titik lain yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga menjadi barang bukti. Salah satunya botol yang diduga masih menyisakan bahan bakar.
Kapolsek Nglipar AKP Paryadi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut, termasuk mencari pelaku dan motifnya.
“Ada barang bukti beberapa yang bisa kita amankan. Ada temuan bekas botol BBM, kertas-kertas yang sudah disiram termasuk bekas kebakarannya,” kata Paryadi, Kamis (20/8/2026) pagi.
“Itu sudah kami amankan semuanya dan kami masih menunggu tim Inafis untuk penyelidikan lebih lanjut,” sambungnya.
Kepala MI YAPPI Natah Dedi Irawan mengatakan kejadian tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di sekolah. Untuk sementara, siswa tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar di gedung madrasah.
Sebanyak 109 siswa kemudian diarahkan untuk belajar dari rumah maupun lokasi alternatif. Pihak sekolah juga menyiapkan Masjid terdekat sebagai tempat kegiatan belajar agar proses pendidikan tetap berjalan.
Dedi menyebut kejadian kali ini merupakan gangguan paling parah yang pernah dialami pihak sekolah.
Sebelumnya, saat masa libur sekolah sekitar Juli 2026, pihak sekolah juga pernah menemukan sejumlah kaca dalam kondisi pecah. Namun, kejadian kali ini dinilai jauh lebih serius karena terdapat dugaan penyebaran bahan bakar di sejumlah ruang dan pembakaran bagian bangunan.
Bangunan MI YAPPI Natah memiliki enam ruang kelas dan ruang kantor. Seluruh ruang kelas tersebut diduga menjadi sasaran penyiraman solar.
“Untuk sementara anak-anak belajar dari rumah. Sebagian juga kami arahkan ke tempat alternatif, termasuk masjid yang ada di sekitar sekolah,” ujar Dedi.
Pihak sekolah masih menunggu proses penyelidikan kepolisian sebelum kembali menggunakan gedung madrasah untuk kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, polisi masih mendalami bagaimana pelaku dapat masuk ke lingkungan sekolah, menyebarkan solar di sejumlah ruangan, hingga membakar bagian dapur.
Di lokasi, garis polisi masih terpasang. Polisi juga masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan untuk mengungkap pelaku serta motif dugaan teror tersebut.
Kasus dugaan teror terhadap MI YAPPI Natah hingga kini masih dalam penyelidikan Polsek Nglipar dan Polres Gunungkidul.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
