Pendidikan
UAJY Perkuat Kampus Kedokteran Unggul, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Yayasan Panti Rapih
Jogja,(pidjar.com)–Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kedokteran berkualitas melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Panti Rapih. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan Rumah Sakit Panti Rahayu sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran UAJY.
Kesepakatan yang berlangsung pada Senin (6/4) di Aula Rumah Sakit Panti Rahayu ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Prof. Drs Bernardinus Maria Purwanto, M.B.A., Ph.D, serta Ambrosius Koesmargono, Ph.D, bersama jajaran pimpinan kedua institusi. Kehadiran para pemimpin ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas lembaga dalam mendorong kemajuan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Kerja sama ini tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi merupakan pijakan penting untuk membangun ekosistem pendidikan klinis yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia medis saat ini. Rumah Sakit Panti Rahayu dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai rumah sakit pendidikan yang modern dan adaptif, didukung oleh area yang luas serta peluang pengembangan yang menjanjikan.
Dalam sambutannya, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan tenaga medis yang tidak hanya unggul secara kompetensi.
“Tetapi juga memiliki integritas tinggi, berlandaskan iman, dan menjunjung nilai kemanusiaan. Ia juga menyoroti bahwa status sebagai rumah sakit pendidikan akan mendorong pembaruan ilmu secara berkelanjutan, sehingga menjadikan rumah sakit semakin dipercaya dan diandalkan masyarakat,”ujarnya (6/4/26).
Senada dengan hal tersebut, seluruh pihak menekankan bahwa pengembangan Rumah Sakit Panti Rahayu sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama merupakan perwujudan nyata visi Bersama, menghadirkan pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter yang berkualitas sekaligus humanis.
Ke depan, kerja sama ini akan dilanjutkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur implementasi teknis di lapangan. Proses pendidikan klinis nantinya tetap berlandaskan nilai-nilai utama UAJY yaitu unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas, yang dipadukan dengan prinsip RSPR sebagai pelayanan ICARE (Integrity, Compassion, Assurance, Respect, Embrace Innovation).
Melalui kolaborasi ini, UAJY semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. Sinergi ini menjadi langkah konkret dalam mencetak dokter profesional berkarakter sekaligus memperkuat branding UAJY sebagai kampus yang berdampak dan terpercaya di bidang kesehatan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
