Pariwisata
Menikmati Indahnya Pagi di Bukit Watu Payung
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mendekati masa liburan Lebaran, sejumlah obyek wisata di Gunungkidul mulai gencar mempersiapkan diri. Mereka sangat berharap bisa mendapatkan kue wisata saat kunjungan wisatawan mencapai puncaknya pada musim libur lebaran ini.
Tak hanya obyek-obyek wisata yang telah mapan saja, namun obyek-obyek wisata baru juga mulai menggeliat. Terlepas dari wisata pantai, saat ini banyak bermunculan obyek wisata alam yang beda dan memberikan suasana baru di Gunungkidul. Salah satu obyek wisata anyar yang dengan cepat berkembang adalah Watu Payung.
Obyek wisata yang terletak di Padukuhan Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang ini menawarkan suasana alam pedesaan berlatarkan Sungai Oya mengalir di bawahnya. Tempat ini merupakan obyek wisata gardu pandang seperti halnya puncak Green Village Gedangsari.
Pemandangan alam khas perbukitan barat Gunungkidul dengan segala perniknya menjadi suguhan wisatawan yang mencari suasana lain. Nama Watu Payung sendiri diambil dari ikon obyek wisata ini, yakni berupa batu dengan bentuk melebar seperti payung.
Salah seorang wisatawan asal Pandak, Bantul, Yogyakarta Iriani Nur Hida mengatakan, obyek wisata ini sangat indah terutama di kala pagi hari. Matahari yang terbit dari ufuk timur nampak sangat mempesona saat membelah tebalnya kabut yang ada. Melihat keindahan matahari terbit di ketinggian memang memberikan sensasi yang sangat berbeda. Mata bisa memandang tanpa batas dan tanpa ada penghalang. Sebuah cara yang asyik dalam menikmati pagi tentunya.
"Ini kan tempatnya di atas bukit, di bawahnya ada Sungai Oya, pas matahari muncul sangat indah deh pokoknya," ujarnya.
Ditambahkannya, keunikan di tempat ini semakin muncul lantaran kreatifitas pengelola. Mereka membuat ornamen anyaman berbahan dasar ranting pohon yang dibentuk sedemikian rupa menjadi beberapa bentuk seperti menara dan kapal. Untuk anyaman berbentuk kapal sendiri berada di bibir tebing yang cocok sebagai spot selfie.
"Cocok banget untuk selfie. Atau yang gemar foto seperti saya ini," katanya sambil tertawa.
Sementara itu, dari pihak pengelola, Dwi Priya Saputra mengatakan bahwa obyek wisata ini sebenarnya baru dibuka pada 3 Mei 2018 ini. Namun demikian, banyaknya wisatawan yang mengubggah fotonya di media sosial membuat jumlah kunjungan semakin membludak.
"Ini yang mempromosikan ya wisatawan yang datang. Awalnya baru puluhan, tapi saat ini bisa 200 sampai 300 orang per hari," terangnya.
Ditambahkan Dwi, untuk memasuki obyek wisata ini sangat murah. Para pengunjung hanya dikenakan tarif masuk sebesar Rp 4000 rupiah yang digunakan pengelola untuk pemeliharaan dan parkir.
Untuk saat ini, Dwi menyadari bahwa masih banyak fasilitas yang belum tercukupi untuk diberikan kepada wisatawan. Pihaknya ke depan akan terus melakukan pembenahan sehingga sejumlah kekurangan tersebut bisa tercukupi.
"Kamar mandi belum ada, rencananya ya akan kita bangun. Tapi akses jalan masih kita fokuskan dalam waktu dekat ini," pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
