Sosial
Miliki Garis Pantai Terpanjang, Tingkat Konsumsi Ikan Gunungkidul Kalah Jauh Dibanding Kulonprogo
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul didorong untuk harus mampu mewujudkan visi misi Gubernur DIY yaitu among tani dagang layar. Potensi pantai serta laut di Gunungkidul yang melimpah menjadi alasan bahwa visi ini bisa menjadi masa depan Gunungkidul pada masa yang akan datang. Sebagaimana diketahui, Kabupaten Gunungkidul memiliki garis pantai terpanjang diantara kabupaten lainnya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, luasan pantai ini sebaiknya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah maupun para warga Gunungkidul. Dengan adanya pantai yang panjang ini, diharapkan produksi ikan dapat meningkat sehingga tingkat konsumsi masyarakat terhadap olahan hasil laut dapat dimaksimalkan.
“Kita memiliki garis pantai yang panjang tetapi makanan dari olahan ikan tidak familiar bagi masyarakat Gunungkidul. Ini sebenarnya bisa menjadi embrio bahwa olahan ikan bisa menjadi makanan khas Gunungkidul,” ujar Endah, Sabtu (26/10/2019).
Ia menyayangkan, garis pantai yang panjang ini belum berdampak terhadap tingkat komsumsi ikan. Selama ini, Gunungkidul masih kalah dibanding dengan wilayah lain di DIY.
“Konsumsi ikan kita masih kalah dengan Kulonprogo,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul, Krisna Berlian memaparkan, pihaknya terus mengenjot konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul. Ia mengakui bahwa saat ini konsumsi ikan di Kabupaten Gunungkidul masih cukup rendah.
“Dibanding tahun lalu sebenarnya sudah ada peningkatan, tahun lalu diangka 19 per kapita, sedangkan tahun ini sudah ada peningkatan pada angka 21 per kapita. Kulonprogo sendiri sudah menyentuh angka 24 per kapita,” ujarnya.
Ia menyampaikan, salah satu yang akan dilakukan dalam rangka menggenjot konsumsi ikan adalah dengan terus mengkampanyekan gemar makan ikan kepada masyarakat Gunungkidul. Kampanye ini menurutnya, sesuai dengan visi misi bupati yang ingin mencetak generasi yang berdaya saing.
“Kita ketahui bersama kalau ikan mengandung banyak omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak,” ucap Krisna.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
