Connect with us

Sosial

Sekolah Hanya Dapat 1 Siswa, Guru Honorer Ini Berasa Jadi Guru Les Privat

Diterbitkan

pada

Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi covid29 membuat tatanan banyak yang berubah, termasuk dalam dunia pendidikan. Sejak beberapa waktu lalu, para siswa harus menjalankan metode belajar di rumah. Penerapan metode belajar di rumah sendiri dilakukan untuk mencegah adanya penularan covid19 di lingkungan sekolah. Hal ini lantaran, karakteristik sosial para siswa di sekolah yang biasanya berkerumun sangat berpotensi untuk penyebaran penyakit ini.

Namun tentu hal ini berlaku untuk sekolah dengan jumlah siswa banyak. Apa jadinya apabila dalam satu kelas hanya memiliki 1 orang siswa. Hal ini terjadi di SD Negeri Candirejo II. Pada tahun ajaran 2020/2021 ini, SD negeri ini hanya memiliki satu orang siswa kelas satu.
Meski hanya memiliki 1 orang siswa, tak lantas membuat Pramesthi Utami (38) sang guru kelas kehilangan semangat. Ia tetap rela menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer dari rumahnya ke tempatnya mengajar di SD Candirejo II yang berada di Kalurahan Candirejo, Kepanewonan Semin. Prames sendiri saat ini tinggal di Padukuhan Semin, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin. Guru honorer di SD Candirejo II ini bertugas untuk mengampu guru kelas 1 sejak 10 tahun yang lalu.

Berita Lainnya  Pasien Positif Corona Pertama di Gunungkidul Dinyatakan Sembuh

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Prames menuturkan bahwa meski hanya ada 1 siswa yang diajarnya, justru membuat ia lebih bersemangat. Ia tentunya memiliki keleluasan dalam memberikan bimbingan. Ia berharap dengan bimbingan optimal ini, satu-satunya siswa ini bisa maksimal dalam menyerap pelajaran.

“Ya baru tahun ini saya mengajar dengan jumlah 1 orang siswa. Berasa menjadi guru les privat karena hanya mengajar seorang siswa yang kebetulan berjenis kelamin perempuan,” ucapnya, Jumat (16/7/2020) siang.

Prames sendiri mengaku telah bertemu dan berkenalan dengan satu-satunya siswa itu. Pada hari pertama lalu, pihak sekolah memang meminta siswa untuk datang ke sekolah guna mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Selain berkenalan, hari pertama juga dijadikannya kesempatan untuk membagikan buku dan tugas sekolah. Lantaran siswa hanya satu orang, tentunya kegiatan MPLS ini tidak masalah apabila dilaksanakan di lingkungan sekolah.

“Pas awal-awal saya mengajar itu siswanya bisa di atas 100 orang dari kelas 1 sampai kelas 6. Karena banyak yang merantau jadi ya siswanya semakin berkurang. Sampai tahun ini hanya ada 1 orang siswa,” jelas dia.

Ke depan, karena jumlah siswa kelas 1 hanya 1 orang maka untuk pembelajaran di kelas akan digabung dengan kelas 2. Di mana dalam kelas nanti akan diisi 2 orang guru masing-masing mengampu kelas 1 dan kelas 2. Kebetulan kelas 2 jumlah siswanya hanya 7 orang sehingga tidak memenuhi tempat dan masih bisa memperhatikan psycal distancing sesuai anjuran pemerintah.

Berita Lainnya  Rentetan Serangan Hewan Liar Misterius di Widoro, 24 Kambing Mati Penuh Luka

Lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini rela menembus dinginnya udara pegunungan meskipun hanya mendapatkan honor Rp 150 ribu perbulannya. Ia merasa bersyukur karena tahun ajaran baru ini mendapat kabar jika akan ada kenaikan honor menjadi Rp 175 ribu setiap bulannya.

“Ya sudah saya niatin jadi ya gapapa, untuk menambah penghasilan, setiap pukul 02.00 WIB hingga 05.30 WIB saya buruh di Pasar Semin,” ucap ibu yang memiliki satu anak ini.

Ia membantu pedagang ikan pindang di pasar tersebut. Baru sekitar pukul 06.30 WIB, ia lantas berangkat ke sekolah usai mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan anaknya ke sekolah.

Sebagai orangtua tunggal, wanita ini memang harus banting tulang menghidupi keluarganya. Anaknya yang kini baru diterima di SMKN 1 Ngawen tentu masih membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Berita Lainnya  Simpan Surat Wasiat di Kantong, Korban Gantung Diri di Karangrejek Amanatkan Sejumlah Pesan Terakhir

“Ya jujur masih kekurangan seadanya dan harus tinggal sama orangtua, tapi demi masa depan anak saya disyukuri saja,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler