fbpx
Connect with us

Sosial

Gemar Makan Ikan Masih Hanya Sebatas Slogan, Potensi Perikanan Gunungkidul Tak Kunjung Maksimal

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Potensi perikanan di kabupaten Gunungkidul sebenarnya sangatlah besar. Selama ini, berbicara sektor perikanan Gunungkidul, sangat erat kaitannya dengan ikan laut. Padahal, Gunungkidul sebenarnya juga memiliki potensi besar untuk pengembangan ikan air tawar. Faktor sumber daya manusia dan sarana serta prasarana yang masih belum begitu memadahi membuat sektor ini masih belum maksimal perkembangannya. Selain itu, kampanye gemar makan ikan di Gunungkidul sendiri dinilai masih hanya sebatas slogan semata. Dalam penerapan sehari-hari, komoditi ikan masih kalah dengan tingkat konsumsi ayam.

Sektor perikanan, khususnya dalam hal pengolahan jika dikembangkan maksimal akan memiliki peranan penting sebagai penyumbang komoditas unggulan. Berkaca dari hal ini, Dinas Kelautan dan Perikanan terus berusaha mengoptimalkan sejumlah program berkaitan dengan peningkatan kapasitas penangkapan dan pengolahan ikan air laut maupun air tawar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, besarnya potensi perikanan yang ada di bumi handayani terbentur keterbatasan dan kekurangan. Sehingga kemudian, potensi ini masih belum daat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Gunungkidul. Untuk itu, pembinaan terus diberikan meski dengan keterbatasan.

Berita Lainnya  Dihuni Penganut 4 Agama, Budaya Rasulan Jadi Sarana Warga Singkil Merawat Keberagaman

“Pada perikanan tangkap maupun budidaya terus dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru untuk memaksimalkan kemampuan mereka dalam tangkap ikan, pengolahan hingga penjualan,” kata Krisna Berlian, Jumat (17/07/2020).

Adapun potensi yang cukup besar itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal lantaran adanya keterbatasan sarana prasaran tangkap serta kemampuan nelayan yang masih tergolong tradisional. Penerapan metode kuno ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kapasitas produksi.

“Kalau untuk pengolahan pun sama, belum maksimal pula. Jadi di DKP juga ada program binaan pengolahan ikan. Ini penting untuk meningkatkan nilai jualnya,” imbuh dia.

Sementara itu, Wakil DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho juga mengakui perihal potensi ikan laut dan tawar di Gunungkidul yang luar biasa. Bahkan jika masyarakat mampu membaca sektor ini, merupakan peluang peningkatan kesejahteraan yang sangat menjanjikan. Ia melihat ada perkembangan positif di mana sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat memang sudah mulai terbuka pemikirannya.

Mulai ada kelompok-kelompok perikanan yang dibentuk dan mendapat perhatian dan pembinaan dari dinas. Dari situ, mereka mulai mrngembangkan, upaya peningkatan kapasitas tangkap ikan dan jumlah budidaya, pengolahan menjadi sebuah produk bernilai ekonomi tinggi serta upaya lainnya.

Berita Lainnya  Ratusan Nelayan Masih Belum Miliki Asuransi, Dinas Diminta Proaktif Jemput Bola

“Sebenarnya kita itu banyak potensi. Di Baron, Drini, Ngrenehan, Gesing dan Sadeng itu luar biasa. Tinggal bagaimana memanfaatkannya,” kata Heri Nugroho.

Sebagai contoh dan mimpi besar dalam membangun Gunungkidul yang lebih maju, ia mengusulkan agar ada dibuat karamba di tengah laut untuk ikan tuna. Dengan demikian, nantinya potensi perikanan akan lebih maju begitu pula dengan sektor perekonomian.

“Harusnya ada investor masuk buat karamba ikan tuna di laut Gunungkidul. Dijamin peningkatan ekonomi lebih cepat,”tambahnya.

Untuk budidaya ikan tawar pun juga diharapkan demikian. Masyarakat mulai perlahan membaca pekuang yang ada. Inoveasi dengan membuat olahan-olahan makanan yang lebih modern, selain lebih diminati juga membuat nilai ekonomi ikan menjadi jauh lebih tinggi.

“Gemar makan ikan masih sebatas slogan. Masih kalah dengan ayam potong, itu yang harus diubah. Dengan potensi yang melimpah harusnya bisa,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler