Politik
Puluhan Ribu Data Pemilih Dicoret KPU, Termasuk Orang Tak Dikenal dan Meninggal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul telah menetapkan jumlah pemilih sementara dalam Pilkada 2020 setelah dilakukannya pencocokan dan pemutakhiran oleh petugas KPU. Ada pengurangan jumlah pemilih pada Pilkada ini jika dibandingkan dengan Pemilu tahun lalu. Puluhan ribu data dicoret oleh petugas lantaran yang bersangkutan meninggal, tidak dikenal maupun pindah domisili.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengungkapkan, Minggu kemarin pihaknya bersama dengan Bawaslu Gunungkidul menggelar rapat pleno untuk menetapkan jumlah pemilih sementara. Adapun semula daftar pemilih di Gunungkidul sebelum dilakukan coklit mencapai 609.701 orang, kemudian setelah dilakukannya coklit ini, jumlah pemilih mengalami perubahan menjadi 600.825 orang.
“Tentu ada perubahan, karena fungsi dan tujuan coklit ini untuk mendapatkan data yang lebih akurat,”ucap Ahmadi Ruslan Hani.
Adapun total pemilih yang tidak memenuhi syarat ada sebanyak 36.889. Dari jumlah itu diketahui bahwa 10.208 orang meninggal, 75 data ganda, 32 orang di bawah umur, 8.084 pindah domisili, 944 orang tidak dikenal dan ada juga TNI Polri yang ikut terdata.
“Ada yang bukan penduduk setempat sebanyak 734 orang kemudian yang pindah TPS sebanyak 16.737 orang,” jelasnya.
Kemudian dari hasil coklit yang dilakukan ini terdapat 28.013 pemilih pemula yang akan ikut menyumbangkan hak pilih mereka dalam pesta demokrasi ini. Pemilih baru ada 11.276 orang sedangkan pindahan TPS mencapai 16.737 orang. Ditemukan pula ribuan pemilih yang belum memiliki KTP elektronik dan masih dalam proses perekaman. Sementara jumlah pemilih disabilitas di Gunungkidul mencapai 3.007 orang.
Menurut Hani, jumlah pemilih di Gunungkidul masih dapat berubah baik bertambah maupun berkurang. Keaktifan masyarakat dalam pelaporan juga sangatlah diperlukan dalam update pemilih ini.
“Masih bisa bertambah nanti sampai pada diselenggarakannya pencoblosan, tergantung dengan masukan atau tanggapan dari masyarakat,” imbuh dia.
Nantinya untuk mengoptimalkan hak pilih masing-masing orang, KPU akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga hak pilih mereka dapat digunakan sebaik mungkin dalam pilkada ini.
“Tentu nanti ada program-program sosialisasi yang mendorong agar masyarakat menggunakan hak pilihnya, terlebih mereka yang masuk dalam kategori pemilih pemula,” tutup dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
