Sosial
Genjot Literasi, Upaya Kelompok Tani Ini Tarik Minat Generasi Muda
Karangmojo, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Salah satu kendala pengembangan sektor pertanian di Gunungkidul adalah regenerasi yang masih lamban. Kurangnya minat para pemuda untuk mendalami sektor ini membuat pertanian Gunungkidul didominasi oleh kalangan tua. Padahal, agar bisa berkembang secara maksimal, diperlukan upaya untuk mengikuti perkembangan teknologi dan metode pertanian. Tentunya dengan usia yang tak lagi muda, akses generasi petani tua sangat terbatas dalam mengikuti perkembangan jaman, termasuk dalam produksi maupun pemasaran hasil usahanya.
Salah satu kelompok tani yang gencar mengkampanyekan pertanian bagi generasi muda adalah Kelompok Tani Mudo Mulyo Dadi di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo. Kelompok tani ini mengedepankan budaya literasi dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya. Selain untuk menambah pengetahuan, dengan upaya ini diharapkan bisa memperkenalkan potensi pertanian kepada para generasi muda.
Dalam perkembangannya, kelompok tani Mudo Mulyo Dadi sukses menginspirasi pemuda diwilayahnya untuk bertani. Buku tamu yang terisi penuh oleh paraf-paraf tamu menandakan banyak pihak yang tertarik untuk mengulik lebih dalam kelompok tani Mudo Mulyo Dadi.
Kelompok tani berslogan “Poro Mudo Mugo Biso Dadi Mulyo” tersebut bermula ketika seorang pemuda bernama Sujito mulai aktif mengunjungi perpustakaan desa dan membaca buku-buku tentang pertanian. Tak berhenti membaca saja, Sujito kemudian mempraktekannya dengan menanam holtikultura terlebih dahulu. Sukses mempraktekan apa yang dibacanya, kemudian Sujito bersama teman-temannya membentuk kelompok tani pada tahun 2015 silam.
“Dulu bersama dengan teman yang kebanyakan bekerja serabutan, kuli bangunan, buruh tani merasa capek dengan pekerjaan itu. Kami kemudian berinisiatif secara mandiri membuat kelompok pertanian yang mencakup anak-anak muda,” terang Ketua Kelompok Tani Mudo Mulyo Dadi, Ponijan, Jumat (09/07/2021).
Ponijan menceritakan, saat ini kelompoknya mempunyai 22 anggota. Meskipun ada yang telah berusia lanjut, namun kelompoknya tetap didominasi pemuda. Lahan yang digarap kelompoknya pun cukup luas, yaitu 30 hektar yang terdiri dari 27 hektar sawah dan 3 hektar pekarangan.
“Biasanya kami menanam cabai, holtikultura, dan palawija. Untuk padi, kami juga mewajibkan pemilik lahan untuk menanam. Kalau sekarang kami sedang menyiapkan lahan untuk ditanami bawang merah,” ujar dia sambil menunjukkan bibit bawang merah yang baru datang.
Kondisi tanah dan ketersediaan air di wilayahnya yang cukup, membantu para petani untuk menanam dan mengembangkan pertaniannya. Ia menyebut, wilayahnya memiliki potensi pertanian yang sangat besar.
“Untuk sekali panen cabai, biasanya bisa mencapai satu ton lebih untuk satu orangnya. Kemudian ada yang disalurkan ke pasar-pasar lokal atau kelompok yang menyalurkan ke Magelang,” imbuhnya.
Namun, pengorganisasian kelompoknya pun tak lepas dari kendala. Karena menurutnya pemuda di wilayahnya saat ini lebih memilih untuk merantau. Ponijan beserta kelompoknya pun tak kenal lelah untuk terus mengajak generasi muda untuk berkarya lewat pertanian. Menurutnya, lewat pertanian masyarakat bisa mandiri secara pangan apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini.
“Kita terus berusaha mengajak para pemuda bertani, sektor ini sangat berpotensi memberikan kesejahteraan asal dikelola dengan baik,” tutup dia. (Roni)
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
