Pemerintahan
Jumlah Lansia di Gunungkidul Terus Menurun
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya memberikan perhatian terhadap penduduk dari kalangan lanjut usia (lansia) dengan meningkatkan penjangkauan bantuan. Lansia di Gunungkidul sendiri umumnya mempunyai kemampuan ekonomi yang pas-pasan dan sangat rentan terganggu dalam hal kesehatan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Winarto, menyampaikan, menurut data yang pihaknya miliki, jumlah lansia di Gunungkidul dalam empat tahun terakhir ini terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 18.240 orang, pada tahun 2019 turun menjadi 15.887 orang, karena pandemi pada tahun 2020 tidak melakukan pendataan sehingga bertahan di 15.887 orang, dan pada tahun 2021 tercatat 13.880 orang.
“Kami sementara hanya dapat memenuhi bantuan kebutuhan dasar saja, seperti bantuan permakanan,” terang Winarto, Kamis (21/10/2021).
Sejak tahun 2018, ia menyampaikan jika bantuan kepada para lansia sudah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendapat santunan uang. Ia mengungkapkan jika dalam penyaluran bantuan, belum semua lansia mendapatkan bantuan yang tersedia. Selain itu, belum adanya program-program kreatif untuk memberdayakan para lansia menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya.
“Kami belum sampai ke sana, saat ini hanya masih terbatas untuk kebutuhan dasar saja,” papar dia.

Dalam penanganan lansia terlantar, Winarto mengungkapkan jika di Gunungkidul sudah muncul sejumlah panti yang khusus untuk menampung dan menangani lansia-lansia yang selama ini terlantar. Dengan dimasukannya ke panti, maka lansia dapat terkontrol oleh petugas di sana.
“Nanti kita rehabilitasi sosial ke panti, misalnya di Panti Almarina di Kapanewon Karangmomojo,” ucapnya.
Ia mengakui banyak lansia yang selama ini jauh dari jangkauan keluarganya. Kebanyakan lansia hidup sendiri ataupun berdua bersama pasangannya. Dengan kondisi seperti itu, tak menutup kemungkinan para lansia dapat merasa kesepian dan rentan terhadap serangan penyakit mengingat tak jarang lansia yang mengidap penyakit tua. Selain itu, jika lansia tak diperhatikan dengan serius, potensi untuk melakukan tindak bunuh diri juga semakin besar.
“Jadi kalau materi itu saya rasa para lansia sudah tidak memikirkannya ya, yang penting kebutuhan dasarnya terpenuhi. Malah perhatian dari orang-orang terdekat itu yang penting,” beber Winarto.
“Memang lansia itu perlu diberikan pendampingan, dikunjungi, diaruhke, memberikan sedikit perhatian kepada lansia. Itu kan juga proses agar lansia tidak melakukan bunuh diri,” sambung dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Uncategorized2 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa18 jam yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized6 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
