Pemerintahan
Hari Jadi Gunungkidul Berubah Jadi 4 Oktober
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Kundha Kabudayan Gunungkidul sejak beberapa bulan lalu bekerjasama dengan sejumlah lini dan sejarahwan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan kajian yang berkaitan dengan sejarah Gunungkidul. Hasil kajian ini menujukkan bahwa Gunungkidul sudah ada sejak 4 Oktober 1831. Dengan demikian, peringatan Hari Jadi Bumi Handayani pada tahun 2024 mendatang bisa berubah.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara mengatakan pihaknya bekerjasama dengan sejarahwan dari UNY maupun UGM seperti Dr. Drs. Agus Murdiyastomo, M.Hum, Dr. Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd , Indra Fibiona, S.S. M.P.A, Pr. Agus Suwignyo, Prof. Aman sejak 2021 sampai 2023 lalu melakukan kajian sebagai upaya melengkapi kajian yang pernah dilakukan pada tahun 1985 dengan judul menguak sejarah melacak hari jadi Kabupaten Gunungkidul.
Kajian sejarah Gunungkidul ini sejalan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Gunungkidul nomor 70/188.45/6/1985. Pada dictum II berbunyi Ketentuan hari, tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Gunungkidul dapat ditunjau ulang. Kemudian pada diktum I dapat ditinjau kembali apabila ternyata dikemudian hari didapat bukti fakta dan data baru yang lebih kuat yang mendukung hal tersebut dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hasil kajian yang dilakukan sudah final, Hari Jadi Gunungkidul 4 Oktober,” ucap Agus Mantara.
Untuk selanjutnya, Kundha Kabudayan Gunungkidul telah mengirimkan surat berkaitan dengan rekomendasi yang bermanfaat dan ada tindak lanjut yang konkrit dari seluruh stakeholder. Pihaknya telah mengusulkan adanya perubahan ini ke BUpati Gunungkiudl.

“Hasil kajian sudah kami serahkan ke Bupati Gunungkidul. Kami tinggal menunggu bagaimana keputusan dari beliau berkaitan dengan perubahan Hari Jadi Gunungkidul,” sambungnya.
Jika dilihat secara garis besar dan adanya hasil kajian ini, maka kemungkinan besar pada tahun 2024 mendatang peringatan Hari Jadi Gunungkidul diselenggarakan pada 4 Oktober.
“Ini sebagai upaya kita untuk mewujudkan sejarah berdirinya Kabupaten Gunungkidul berdasarkan data dan fakta serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutup dia.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
