Politik
Ratusan Pemilih Pemilu 2024 Mulai Ajukan Perpindahan Tempat Memilih
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Beberapa waktu lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul telah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 613.155 pemilih. Meski demikian, KPU juga membuka layanan bagi pemilik hak pilih apabila hendak melakukan pindah tempat memilih. Saat ini tercatat ada ratusan pemilih yang sudah mengajukan proses pindah tempat.
Komisioner KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti mengatakan, pihaknya telah melayani 394 pemilih yang hendak pindah tempat memilih, baik yang keluar Gunungkidul ataupun masuk ke Gunungkidul. Ada beberapa hal yang mendasari para pemilih ini pindah tempat memilih.
“190 calon pemilih keluar atau pindah domisili dan 194 calon pemilih masuk ke Gunungkidul,” kata Asih.
Ia menjelaskan, proses perpindahan harus dengan beberapa dan bukan serta merta pindah ke luar kota atau daerah. Melainlan bila pemilig pindah kapanewon pun juga masuk dalam daftar pindah tempat memilih.
Bagi pemilih yang hendak melakakukan perpindahan, proses pengurusan layanan tidak hanya dibuka di KPU saja, namun bisa maelalui PPK dan PPS. Nantinya mereka yang mengurus perpindahan akan masuk pada daftar pemilih tambahan di TPS.
“Untuk layanan proses perpindahan ini masih akan dibuka sampai 15 Januari 2024 mendatang,” ucapnya.
Beberapa waktu lalu, KPU Gunungkidul telah menetapkan DPT sebanyak 613.155 dengan rincinan pemilih perempuan sebanyak 313.505 orang dan laki-laki ada 299.650 orang. Sejumlah tahapan masih terus dilakukan oleh KPU menjelang tahun politik 2024.
Termasuk berkaitan dengan pembahasan anggaran Pemilu 2024 yang hingga saat ini masih belum disepakati baik pemerintah maupun dari KPU. Awal pengajuan anggaran, KPU mengajukan anggaran Pemilh 2024 sebesar Rp 43,4 miliar. Kendati demikian pemerintah masih belum memberikan jawaban atas kesanggupan usulan nominal tersebut.
Jika anggaran yang nantinya dihibahkan ke KPU tidak sesuai dengan pengajuan, bukan tidak mungkin beberapa penyesuaian harus dilakukan oleh KPU. Salah satunya yakni pengurangan jumlah TPS.
“Kemungkinan ada pengurangan jumlah TPS dari yang semula 1.900 TPS menjadi 1.400 TPS, atau berkurang 500 TPS,” ujar Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani.
Ia mengatakan, hal tersebut tidak masalah, sebab dalam undang-undang pilkada telah dirancang satu TPS maksimal 800 pemilih. Pada Pilkada sebelumnya di Gunungkidul paling banyak satu TPS 500 pemilih.
“Masih dalam proses pembahasan anggaran usulan kami Rp 43,4 miliar saat itu,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
