bisnis
Indosat Perkuat Pemberdayaan Marbot di Yogyakarta
Jogja, (pidjar.com)– Ramadan menjadi momen spesial untuk memperkuat silaturahmi dan berbagi kebaikan. Kali ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali berbagi kebahagiaan dan mendukung sesama dengan langkah nyata melalui inisiatif pemberdayaan ekonomi lokal untuk Marbot di seluruh Indonesia, Indosat berkolaborasi bersama anak perusahaan (Lintasarta, Artajasa, BDX) serta lembaga Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) Indosat, memberikan dukungan bagi 200 keluarga penjaga masjid atau marbot yang tersebar di 58 lokasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Indosat juga memperkuat konektivitas dengan kembali menghadirkan Unparalleled Network Services yang memberikan kelancaran komunikasi hingga Idulfitri.
Fahd Yudhonegoro, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan keberkahan terletak pada solidaritas dan kepedulian antar sesama.
“Melalui program Marbot Berdaya, kami ingin memberdayakan marbot masjid beserta keluarganya, tidak hanya melalui bantuan ekonomi tetapi juga menciptakan peluang usaha berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, ” ujar Fahd di Swiss-belhotel Yogya (10/3/25).
Dengan mendukung para marbot dan keluarganya, pihaknya memperkuat fondasi sosial masyarakat Indonesia.
” Di saat yang sama, kami memastikan kelancaran komunikasi pelanggan melalui keandalan jaringan Indosat, agar mereka tetap menikmati koneksi yang stabil di momen-momen berharga, “tambahnya.

Indosat mendukung kelancaran aktivitas digital berjalan lancar melalui Unparalleled Network Services. Dengan jaringan yang telah terintegrasi dan diperkuat teknologi berbasis cognitive learning, pelanggan dapat menikmati komunikasi yang stabil dan aman, kapan pun dan di mana pun. Melalui jaringan komunikasi yang andal serta inisiatif sosial, Indosat ingin memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk bersilaturahmi dan berbagi, menjadikan Ramadan lebih bermakna.
Tahun ini, Indosat melanjutkan inisiatif nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Program Marbot Berdaya ini diselenggarakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, tersebar di 15 titik mulai dari Kudus, Semarang, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Pati, Salatiga, Solo, Karanganyar, Klaten, Yogyakarta, Sleman, Magelang, Kebumen, hingga Purwokerto.
Inisiatif tersebut dirancang untuk memberikan peluang ekonomi bagi para penjaga masjid atau marbot beserta keluarganya, dengan menyediakan modal usaha secara inklusif. Melalui inisiatif ini, Indosat sekaligus mendukung mereka dalam meningkatkan taraf hidup serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mandiri.
Indosat mendukung kehadiran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi dengan memberdayakan para marbot, keluarga dan komunitas sekitarnya. Dengan memberikan akses terhadap peluang usaha dan pengembangan keterampilan, masjid dapat menjadi pilar dalam memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
“Seluruh upaya yang kami lakukan selama Ramadan ini sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi yang membutuhkan serta memperkuat nilai kebersamaan di bulan penuh berkah ini,” tutup Fahd.
Ngatikno (70), marbot Masjid Al-Amin Ngemplak, Sendangadi, Mlati, Sleman yang sudah menjalankan profesi ini sejak 1986, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Indosat.
“Menjadi marbot adalah amanah besar yang mencakup berbagai tanggung jawab, mulai dari membuka dan menutup masjid hingga menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan ibadah. Terima kasih Indosat, dengan bantuan wirausaha ini, saya dan keluarga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan usaha warung saya sambil tetap menjaga dan merawat masjid. Diharapkan, dengan bantuan usaha ini, warung kami akan berkembang untuk dapat menopang kebutuhan keluarga, sekaligus saya dapat terus menjalankan tugas sebagai Marbot untuk melayani umat, “tutur Ngatikno.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized1 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
