event
Pekan Doa Sedunia Yogyakarta, Sampaikan Pesan Spiritual Ekologis
Jogja,(pidjar.com)– Pekan Doa Sedunia Yogyakarta tahun ini membawa pesan yang mendalam mengenai kepedulian sosial. Diikuti sekitar 15 Romo dan 15 Pendeta lintas denominasi, guna menumbuhkan semangat ekumenisme dan mempererat kebersamaan dalam bermasyarakat.
Romo Adrianus Maradiyo, Pr. selaku Vikaris Episcopal (Vikep) Kevikepan Yogyakarta Timur menyampaikan seruan pastoral yang menghentak kesadaran umat uaitu menjadi “Anak-Anak Terang” di tengah kegelapan krisis lingkungan.
Mengambil inspirasi dari bacaan Injil, Romo Maradiyo mengajak seluruh umat Kristiani untuk tidak hanya berdoa, tetapi mewujudkan iman secara nyata. Beliau menyoroti situasi “gelap” yang saat ini membayangi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni krisis sampah yang kian mengkhawatirkan pasca penutupan TPA Piyungan.
“Angka sampah tak terkelola berpotensi meningkat tajam. Kita semua diajak untuk ikut bertanggung jawab atas situasi kegelapan di DIY ini. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban iman kita untuk menjaga bumi,” tegas Maradiyo di Gereja Baciro Yogyakarta (21/1/26).
Sebagai solusi nyata, pihaknya meluncurkan gerakan pastoral ekologis untuk mengubah sisa menjadi sumber hidup. Melalui surat edaran dan seruan pastoral, mengajak seluruh elemen gereja untuk melakukan langkah-langkah konkret.
“Yaitu Spiritualitas Ekologis, para Imam, biarawan/biarawati, dan petugas pastoral diminta menanamkan nilai-nilai lingkungan dalam setiap pendampingan umat. Kemudian Budaya Pilah Sampah, di mana pengurus wilayah dan lingkungan didorong membangun kebiasaan memilah sampah dan mengolah sampah organik secara berkelanjutan,”katanya.
Ia melanjutkan peran orang muda katolik (OMK) juga penting, yaitu menjadikan OMK dan kelompok kategorial sebagai kader serta pelopor pergerakan ekologis yang menginspirasi masyarakat luas.
“Adapun kolaborasi lembaga seperti sekolah, komunitas, dan dunia usaha Katolik diharapkan menghadirkan inovasi dan kolaborasi nyata, bahkan gerakan dari rumah,”tutur dia.
Pekan Doa Sedunia kali ini bukan sekadar seremoni lintas denominasi, melainkan panggilan untuk berjalan bersama secara nyata. Dengan mengelola sisa menjadi sumber kehidupan, gereja di Yogyakarta berharap dapat mengubah “kegelapan” krisis lingkungan menjadi “terang” yang membawa berkat bagi sesama.
“Mari kita buat Daerah Istimewa Yogyakarta ini sungguh menjadi istimewa karena kita menjadi terang bagi lingkungan kita,” pungkasnya.
Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan harapannya.
” Kegiatan doa bersama ini semoga semakin memperkuat persaudaraan dan persatuan, serta menjadi doa bagi keselamatan dan kedamaian masyarakat Yogyakarta. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan ibadah yang berlangsung tertib dan penuh makna,”ujar Anggoro. (rosa)
-
Uncategorized16 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized4 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
