Uncategorized
Resmi ! Mulai Hari Ini TPR Utama Baron Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai
Wonosari,(pidjar.com)– Mulai Selasa, 12 Mei 2026 ini Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerapkan sistem pembayaran cashless atau non tunai di pos TPR Utama Pantai Baron. Sistem ini diterapkan untuk memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pemerintah secara resmi memberlakukan 100 persen pembayaran retribusi di TPR Utama Pantai Baron secara cashless sebagai bentuk upaya mengikuti perkembangan zaman. Disamping itu, juga srbagai upaya untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang menyebabkan kebocoran pendapatan asli daerah.
“Dengan terobosan baru ini maka penerimaan uang retribusi dapat realtime dan menghindari dugaan-dugaan manipulatif dalam pengelolaan uang retribusi,” ucap Endah Subekti Kuntariningsih.
Dalam penerapan program anyar tersebut, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari Diskominfo dalam kesiapsiagaan jaringan internet di lokasi tersebut, kemudian PLN mengenai kelistrikan, perbankan yakni BPD DIY dalam menyediakan sarana prasarana alat m-pos serta Bank Mandiri yang menyediakan mesin serta kartu e-money untuk tapcash dalam pembayaran.
“Ada petugas Bank Mandiri yang siaga untuk melayani pembelian dan top up kartu e-money. Harganya (kartu e-money) Rp 15.000 sama seperti harga tiket wisata,” jelasnya.
Selama 3 bulan kedepan akan dilakukan monitoring dan evaluasi berkala dalam penerapan program ini. Tidak menutup kemungkinan jika kedepan masing-masing TPR telah siap menerapkan sistem pembayaran cashless secara keseluruhan akan menerapkannya.
“Kita lihat dulu bagaimana di TPR Baron yang menjadi pilot project ini perkembangannya. Sebenarnya saat ini ada 10 TPR yang siap, tapi kita fokus di 1 titik ini dulu. Ada beberapa titik TPR yang terkendala jaringan dan PLN nah ini kita upayakan pemecahannya seperti apa,” tandas dia.

Dengan adanya sistem baru yang diterapkan oleh pemerintah ini diharapkan meningkatkan PAD wisata di Gunungkidul. Berdasarkan data, per 12 Mei 2026 tercatat PAD yang masuk trlah mencapau Rp 24 miliar. Hal ini membuktikan bahwa Gunungkidul memang tengah naik daun di sektor pariwisatanya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, rencana layanan pembayaran retribusi wisata secsra non-tunai atau cashless sudah digagas sejak lama. Dengan berbagai persiapan dan pertimbangan, pada Mei ini sistem tersebut direncanakan mulai direalisasikan.
“Sistem pembayaran di TPR Baron yang sebelumnya tunai akan beralih menjadi 100 persen non-tunai. Ini sebagai bentuk modernisasi, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus menjaga integritas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo.
Di TPR Baron sudah tidak lagi melayani pembayaran tunai. Sebab baik penjagaan dan pungutan retribusi di shift siang hingga malam hanya diperkenankan pelayanan non-tunai.
“Pembayaran retribusi dapat dilakukan melalui dua metode yaitu menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) maupun kartu uang elektronik atau tap cash (e-money),” jelasnya.
Untuk mendukung program ini terealisasi dengan maksimal, Pemkab bekerjasama dengan BPD DIY. Dimana BPD DIY menyediakan 16 unit mesin m-POS (mobile point of sales) yang akan digunakan di TPR Utama Baron.
“16 unit itu di TPR Baron sebagai cadangan juga apabila terjadi error atau kerusakan. Jadi bisa langsung menggunakan yang lain,” tandasnya.
Selain kesiapan perangkat, pemerintah daerah telah melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi para petugas pemungut retribusi. Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan pemahamam petugas terhadap penggunaan perangkat digital, prosedur transaksi, hingga penanganan jika terjadi gangguan sistem.
“Kesiapan SDM juga kami perhatikan. Terhitung dari 6 Mei sampai 11 Mei 2026 kita lakukan ujicoba ada beberapa hal yang menjadi catatan kemudian kami benahi. Kedepan harapannya lancar,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
