Uncategorized
Seorang Remaja Disabilitas Jadi Korban Pemerkosaan dan Pencabulan, 2 Pelaku Diringkus Polisi
Patuk,(pidjar.com)– Miris yang dialami oleh JT (18) remaja perempuan disabilitas retardasi mental warga Gunungkidul. Ia menjadi korban pemerkosaan oleh rekan temannya dan pencabulan oleh pacar temannya sendiri pada 30 Maret 2026 silam. Kasus pemerkosaan dan pencabulan ini telah ditangani oleh jajaran Polsek Patuk, kedua pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
Kapolsek Patuk, AKP Solechan mengungkapkan, Senin, 30 Maret 2026 sekutar pukul 23.00 WIB JT pergi bersama I (teman JT) untuk menemui S (55) yang merupakan pacar I. Mereka bertemu di seputaran SPBU Siyono, saat itu S datang dengan W (58). Merrka berempat kemudian pergi ke wilayah Patuk.
Sesampainya di parkiran wisata Heha Sky View, mereka berempat saling mengobrol. Kemudkan I dan S bercengkrama di samping warung dekat kamar mandi sedangkan W dan JT nerada di depan warung.
Dalam kondisi sepi, W melancarkan aksi bejatmya dengan meraba tubuh remaja disabilitas tersebut. JT sempat melakukan penolakan, namun W tidak memperdulikan hal tersebut ia justru terus melakukan tindakan senonoh terhadapnya.
Hingga JT direbahkan di atas kursi dan dipaksa melakukan hubungan badan layaknya suami istri. JT sempat melakukan penolakan dan berusaha menendang W namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. W tetap memaksanya melakukan hal tersebut.
“Setelah dari lokasi itu, mereka berpindah tempat beristirahat di rumah JT. Di rumah ini W sempat memaksa JT melakukan hubungan suami istri kembali, namun JT kembali menolak demgan menendangnya hingga jatuh dari tempat tidur,” kata AKP Solechan.
Karena hal tersebut, W kemudian pergi dari rumah itu. S yang mengetahui W pergi dari rumah tersebut meminta JT untuk tidur di sampingnya bersama dengan I. JT sempat berpikiran bahwa dirinya sudah aman sehingga ikut tidur di ranjang tersebut.
Namun ternyata dugaannya keliru. S justru juga melakukan hal tak senonoh terhadapnya, S melakukan pencabulan terhadapnya. Apa yang terjadi ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.
Setelah dilakukan penyelidikan, tanggal 22 April 2026 lalu kedua pelaku tindak pemerkosaan dan pencabulan ini ditangkap oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Pelaku ini membujuk korban dengan ajakan jalan-jalanndan melakukan aksi tersebut. Bahwa aksi ini memang sudah direncanakan keduanya,” tandasnya.
Sementara itu, Panit Reskrim Polsek Patuk, Iptu Ratri Ratnawati mengatakan, kedua pelaku dikenakan Pasal 6 Shuruf c Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman paling lama 4 (tahun) tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) atau Pasal 473 ayat (1) atau Pasal 414 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana.
“Ada tambahan pasal ini karena korban merupakan disabilitas atau kelompok rentan kekerasan seksual,”sambungnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
